Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Perambah Hutan di Mukomuko Tangan Besi, APH Tidak Berkutik?

Daerah, Batuahnews.id – Para oknum perambahan hutan di Kabupaten Mukomuko yang sulap hutan lindung menjadi perkebunan sawit, hingga saat ini belum tersentuh oleh Aprat Penegak Hukum (APH).

Bahkan sudah secara terang-terangan perambahan hutan baik di Hutan Produksi Terbatas (HPT) sampai kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Para pelaku pun diduga dari berbagai kalangan. Bahkan kabarnya mulai dari oknum pejabat dan mantan pejabat.

Padahal Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mukomuko juga sudah mengetahui terkait permasalahan ini. Namun kenyataannya berbeda, KPH pun seperti tutup mata.

Masyarakat menilai para perambah hutan di Mukomuko ini seperti kebal hukum. Bukan tanpa asalan tuduhan tersebut, karena sudah sangat jelas namun tidak ada tindakan dari APH hingga saat ini.

Praktisi Hukum, Weri Trikusumaria, S.H., MH, sangat menyangkan hal tersebut. Karena kerusakan akibat dari perambahan hutan di Mukomuko bukan hanya sudah mengancam habitat satwa liar.

Dampak lainnya juga akan mengancam pada kelestarian ekosistem hutan, kerusakan vegetasi, kerusakan lahan dan berpotensi untuk menyebabkan bencana alam seperti banjir, longsor, dan kekeringan.

Para pelaku seolah membuat instansi terkait termasuk APH seperti tidak berdaya. Begitu banyak pelanggaran terkait perambahan hutan di Mukomuko jika ingin jujur.

Mulai yang dilakukan oleh para pemodal, oknum pejabat, hingga oknum mantan pejabat yang sudah secara nyata serta terang-terangan merampah hutan hingga ratusan hektare.

” Belum lagi ada dugaan praktik jual beli lahan di hutan lindung yang saat ini mayoritas sudah menjadi perkebunan kelapa sawit. Juga ada dugaan illegal logging serta lainnya,” ungkap Weri.

Dilanjutkan Weri, belum lagi saat ini masyarakat tengah menghadapi teror dari hewan buas yang sudah turun memasuki bahkan pemukiman warga.

Juga beberapa hari lalu tepatnya, Rabu (8/1) terjadi musibah Harimau Sumatera memangsa warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam.

Setelah memangsa manusia, Harimau juga memangsa seekor sapi warga. Dimana saat ini pihak BKSDA masih menulusuri jejak Harimau untuk ditangkap.

” Hari ini kita sudah mendapat kabar bahwa Harimau tersebut sudah masuk kawasan perkebunan Agro Air Dikit. Artinya ini sudah semakin menjadi ancaman,” imbunya.

Bukan tanpa sebab para satwa liar ini turun gunung bahkan masuk ke pemukiman warga. Bisa jadi salah satu faktor penyebab utama karena habitatnya sudah terganggu.

” Kuat dugaan kita karena dampak dari perambahan hutan ini. Sekali lagi, kita meminta kepada Presiden, Prabowo, dan juga Kementerian terkait dapat menindak dan menata kembali hutan di Mukomuko,” lanjutnya.

Kondisi saat ini masyarakat sudah sangat pesimis dengan APH, karena praktik perambahan hutan ini sudah menjadi rahasia umum selama ini.

Namun tetap saja tidak ada tindakan bagi oknum yang merambah. Maka tidak salah masyarakat menganggap para pelaku ini bertangan besi dan kebal hukum.

” Jika memang APH tidak mampu menyelesaikan permasalahan ini, tunggu saja kehancuran yang lebih parah lagi. Sudah bisa kita pastikan Mukomuko akan menghadapi bencana besar beberapa tahun kedepan,” pungkas Weri.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *