Daerah, Batuahnews.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mukomuko menggelar Shalat Ghaib atas meninggalnya Bupati mukomuko dua periode, 2005-2015, Drs.H. Ichwan Yunus meninggal dunia pada Kamis 16 Januari 2025.
Pelaksanaan Shalat Ghaib itu sendiri dilaksanakan di Masjid Agung, Kamis 16 Januari 2025.
Shalat Ghaib ini digelar setelah Shalat Zuhur, Dimana dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan seluruh pejabat OPD Pemerintah Kabupaten Mukomuko.
Selain pelaksanaan Shalat Ghaib, Pemkab Mukomuko juga akan melaksanakan Yasinan pada malam hari ini (16/01/2025).
Wakil Bupati Mukomuko, Wasri menyampaikan ucapan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggal Drs.H. Ichwan Yunus.
“Saya selaku wakil bupati atas nama Pemkab Mukomuko dan masyarakat merasa duka yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Drs.H.Ichwan Yunus,” kata Wasri.
Menurut Wasri, Drs. H. Ichwan Yunus sangat banyak berjasa terhadap pembangunan di Kabupaten mukomuko.
Mulai dari infratruktur jalan koneksi antar kecamatan, jalan usaha tani, jalan produksi dan lainnya.
Kemudian juga, Bupati Ichwan Yunus berhasil membawa triliunan investasi masuk kedaerah ini, dengan pembangunan puluhan pabrik CPO.
Mulai dari sawit, padi, karet, dan lainnya. Selain tani juga ada sektor perikanan dengan hasil laut yang juga jadi andalan masyarakat Mukomuko. Nelayan pun juga mendapat perhatian khusus waktu itu.
Salah satu perubahan besar lainnya adalah Ichwan Yunus membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), pengaktifan Bandar Udara serta berhasil membawa pertumbuhan ekonomi diatas 5 persen.
“Sangat banyak pembagunan di mukomuko yang diinisiasi oleh beliau, tentunya beliau sangat berjasa di mukomuko ini.” Ungkap Wasri.
Menurut Wasri, sebagai masyarakat mukomuko tentu sangat terasa kehilangan sosok panutan ini, dan jasanya akan sangat dikenang oleh warga mukomuko.
Diketahui, mantan Bupati Mukomuko dua periode, 2005-2015, Drs.H. Ichwan Yunus meninggal dunia pada Kamis 16 Januari 2025, sekira pukul 02.15 WIB di Rumah Sakit Duren Sawit, Jakarta Timur, dalam usia 85 tahun.
Berdasarkan keterangan Apriansyah, salah satu keluarga menyatakan bahwa almarhum sebelum meninggal mengidap penyakit lambung.
“Sebelum wafat almarhum sempat menjalani perawatan intensif akibat pendarahan di lambung. Almarhum juga sempat dirawat satu bulan di Rumah Sakit Pelni dan satu bulan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo,” kata Apriansyah.
Adapun jenazah almarhum akan disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Teluk Bayur 5 No. 1, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Selanjutnya, almarhum akan dimakamkan di pemakaman umum Pondok Bambu, Jakarta.
Andika Dwi Pradipta

















