Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Mandi ‘Balimau’, Cara Unik Masyarakat Mukomuko Sambut Ramadhan

Daerah, Batuahnews.id – Jelang memasuki Bulan Suci Ramadhan, masyarakat di Kabupaten Mukomuko secara umum selalu menjalankan tradisi mandi ‘balimau’. Konon, tradisi ini diwariskan secara turun temurun dan dipercaya telah berlangsung selama berabad-abad lamanya.

Mandi balimau adalah tradisi mandi menggunakan jeruk nipis yang berkembang di kalangan masyarakat Minangkabau dan biasanya dilakukan pada kawasan tertentu yang memiliki aliran sungai dan tempat pemandian.

Mandi balimau ini secara pelaksanaan tidak jauh berbeda dengan mandi pada umumnya. Hanya saja, mandi balimau menggunakan bahan ‘ramuan’ yang diracik sedemikian rupa untuk dioleskan ke seluruh bagian tubuh. Penggunaan ramuan ini dimaksudkan untuk menyucikan diri dengan niat agar ibadah puasa dijalani dalam keadaan yang bersih. Mandi balimau juga diutamakan pada air yang mengalir (sungai) dengan air yang bersih. Agar semua kotoran dan benih penyakit pada tubuh hanyut terbawa arus.

Adapun bahan-bahan balimau di daerah ini yakni memakai jeruk bali (sebagian menggunakan jeruk nipis), kasai (sejenis bedak, berbau harum dan digunakan untuk melulur dan mengharumkan tubuh) dan air. Racikan ini digunakan sebagai bahan keramas dan dioleskan ke seluruh tubuh saat mandi balimau.

Bupati Mukomuko H. Sapuan, S.E., M.M., Ak., CA., CPA sangat mendukung adanya tradisi mandi balimau ini. Menurutnya, mandi balimau termasuk kearifan lokal yang harus dilestarikan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat di daerah ini untuk selalu berhati-hati saat balimau. Jangan sampai ada hal-hal negatif yang dilakukan saat mandi balimau. Niatkan ini untuk menyucikan diri menyambut puasa. Laki-laki dipisah dengan perempuan saat mandi,” pesan Sapuan.

(Andika Dwi Pradipta)

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *