Daerah, Batuahnews.id – Lagi-lagi masyarakat dibuat mengeluh dengan pelayanan RSUD Mukomuko. Pasalnya, salah satu pasien yang dirawat di rumah sakit itu, diresepkan puluhan jarum suntik.
“Resepnya itu aja, hanya suntik. Saya lupa ngitung tadi berapa buah. Banyak pokoknya,” jelas Almai Putra, anak pasien yang diketahui merupakan warga Desa Pondok Panjang.
Diceritakan Putra, awalnya seorang perawat yang bertugas di ruangan ibunya itu dirawat menyodorkan selembar kertas resep obat. Kemudian perawat itu meminta dibelikan ke apotik di luar rumah sakit dengan alasan stok di apotik rumah sakit kosong.
“Alasan perawat itu kita harus nyetok suntik banyak, karena keperluan pasien banyak,” katanya.
Terpisah, Direktur RSUD Mukomuko dr. Dolatta Karokaro, M.M saat dimintai keterangannya membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, hal itu disebabkan stok spuit jarum suntik di RSUD Mukomuko habis.
“Ya benar. Stok spuit jarum suntik lagi habis dan kita managemen lagi order tapi blm sampai, jadi hrs beli dulu ke apotik,” terang Dolatta.
Menurutnya, pemakaian spuit tidak dibenarkan untuk dipakai secara berulang, sehingga kebutuhan pemakaian per pasien cukup banyak.
“Pemakaian spuit sekali pakai per pemeriksaan. Tidak bisa dipakai berulang. Makanya kita banyak pemakaian spuit,” demikian Dolatta.
(Red)

















