Daerah, Batuah-news.id – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, untuk tidak berenang di kawasan pantai.
Imbauan ini disampaikan menyusul masih seringnya terjadi kasus tenggelam di wilayah pesisir Kabupaten Mukomuko.
Kepala BPBD Kabupaten Mukomuko, Ruri Irwandi, menegaskan bahwa orang tua harus lebih proaktif dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat berada di sekitar pantai.
Menurutnya, beberapa hari lalu kembali terjadi peristiwa tragis yang menimpa seorang pelajar SMP Negeri 1 Mukomuko yang tenggelam saat berenang di pantai.
Korban ditemukan keesokan harinya dalam kondisi meninggal dunia. Kejadian tersebut menambah daftar panjang kasus kecelakaan laut yang merenggut korban jiwa di wilayah pesisir Mukomuko.
“Selama ini kami sudah sering melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait bahaya mandi di pantai tanpa pengawasan orang tua,” ujar Ruri Irwandi.
BPBD menegaskan bahwa karakteristik pantai di Kabupaten Mukomuko yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia membuat ombak di wilayah tersebut cukup kuat dan berbahaya, terutama bagi anak-anak yang tidak memiliki kemampuan berenang yang baik.
Selain mengingatkan anak-anak agar tidak berenang sembarangan, BPBD juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam memberikan pengawasan langsung terhadap aktivitas anak di area pantai.
“Jangan sampai anak-anak berenang di tepi pantai tanpa pengawasan. Banyak kejadian yang berujung pada korban jiwa karena anak tidak mampu menghadapi kondisi laut,” tambahnya.
BPBD berharap seluruh masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama mencegah terjadinya kembali insiden serupa di kemudian hari.
Andika Dwi Pradipta

















