Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Harga Sawit di Mukomuko Stabil di Awal Maret, DPRD Harap Kesejahteraan Petani Terjaga

Daerah, Batuah-news.id – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko pada awal Maret 2026 terpantau berada dalam kondisi stabil.

Kondisi tersebut dinilai menjadi angin segar bagi para petani sawit setelah sebelumnya sempat mengalami fluktuasi harga dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, harga TBS di tingkat perusahaan pengolahan berada pada kisaran Rp2.960 hingga Rp3.110 per kilogram.

Sebagian besar perusahaan mencatatkan harga yang tidak berubah, sementara beberapa lainnya mengalami kenaikan tipis.

Adapun hasil pemantauan harga TBS di sejumlah perusahaan pengolahan sawit di wilayah Mukomuko di antaranya:

PT Sapta Sentosa Jaya Abadi (SAPTA) – Rp2.960/kg
PT Usaha Sawit Mandiri (USM) – Rp3.060/kg
PT Karya Sawit Mukomuko (KSM) – Rp3.020/kg
PT Sapta Agri Palma (SAP) – Rp3.110/kg
PT Sinar Sawit Sejahtera (SSS) – Rp3.110/kg
PT Mukomuko Indah Lestari (MMIL) – Rp3.050/kg
PT Karya Agri Sejahtera (KAS) – Rp3.000/kg
PT Mukomuko Prima Raya Abadi (MPRA) – Rp3.080/kg
PT Daria Dharma Pratama (DDP) – Rp3.080/kg
PT Gajah Sawit Sejahtera (GSS) – Rp3.050/kg
PT Bumi Mentari Karya (BMK) – Rp3.090/kg

Stabilnya harga sawit tersebut mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko.

Ketua DPRD Mukomuko, Zamhari, mengatakan kondisi harga yang relatif stabil tentu menjadi kabar baik bagi para petani.

Menurutnya, sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu sumber penghasilan utama masyarakat di Mukomuko sehingga kestabilan harga sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat.

“Dengan harga sawit yang stabil seperti saat ini tentu memberikan dampak positif bagi petani. Setidaknya mereka bisa memperkirakan pendapatan dan mengatur kebutuhan rumah tangga dengan lebih baik,” ujar Zamhari.

Ia juga berharap pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta menjaga komunikasi antara perusahaan pengolahan sawit dengan para petani agar harga tetap terjaga secara adil.

“Harapan kita ke depan harga sawit bisa terus stabil bahkan meningkat. Jika harga tetap baik, kesejahteraan petani juga akan ikut meningkat dan ini tentu berdampak positif bagi perekonomian daerah,” tutup Zamhari.

Andika Dwi Pradipta/Adv

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *