Daerah, Batuahnews.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mukomuko menggelar dialog publik dan sekaligus buka bersama dalam rangka memperingati Dies Natalis Ke – 70 GMNI, bertempat di Kafe Toboko, Kota Mukomuko, Senin Sore (25/3/2024).
Mengangkat tema ‘Gimah Pemilu dan Pra Pilkada 2024’, dengan mengundang beberapa narasumber, seperti Akademi Pemilu dan Demokrasi (APD) Mukomuko, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mukomuko dan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Ir. Muharamin.
Gimah dalam bahasa Mukomuko yang artinya sisa – sisa yang tertinggal. Sebagaimana pada bulan Februari lalu, kita telah melaksanakan pesta demokrasi 5 tahun sekali (Pemilu), dan mengesankan peristiwa – peristiwa dinamika perpolitikan di Indonesia khususnya di Mukomuko.
Dialog publik ini sesuai dengan tema, juga mengangkat dan membahas kesiapan Pilkada 2024 di Mukomuko dan juga melihat beberapa nama figur yang muncul saat ini yang cocok memimpin Kabupaten Mukomuko pada tahun 2025 – 2029.
Dialog publik yang diselenggarakan oleh GMNI ini, cukup alot. Tentang hiruk pikuk pasca pemilu 2024 yang telah terlaksanakan.
Seperti yang disampaikan oleh Moderator acara, Irsyad Kamarudin menyebut pemilu di Mukomuko khususnya Pileg tidak lagi memilih figur wakil rakyat yang mempunyai gagasan serta orang yang berintelektual. Melainkan ajang mengadu siapa yang memiliki materi (uang).
“Ya dugaan kita ya seperti itu, memang belum kita melakukan penelitian sampai kesana. Khusus pileg di Mukomuko kemarin itu parah. Indikasinya money politik itu sudah terang – terangan, sehingga yang duduk nanti tidak mempunyai gagasan serta program dalam menyampaikan aspirasi rakyat,” katanya saat berdialog.
Ketua Alumni GMNI Mukomuko, Yance Asko Mandala, SP menjelaskan tujuan adanya dialog ini dalam rangka memperingati Dies Natalis GMNI ke – 70 tahun. Pada usia 70 tahun ini, bukanlah sebuah perjalanan yang sikat yang dilalui oleh organisasi tersebut.
“Inilah bentuk responsibilitas kami kepada masyarakat terutama terhadap perpolitikan dan demokrasi khususnya di Kabupaten Mukomuko. Melibatkan teman – teman apd, pwi serta insan pers. Setidaknya kita harus sedikit normatik apa yang kita telah lalui dari tahapan hingga telah selesainya pemilu kemaren, sehingfa ini bukan berarti kita harus membuka kembali hal yang sekiranya negatif atau kekurangan sana sini akan tetapi ini menjadi catatan bagi kita dan juga bagi pemangku kebijakan seluruh masyarakat karena sebentar lagi kita akan menghadapi Pilkada 2024,” pungkas Yance.
“Sehingga juga catatan ini nanti menjadi catatan kita, ya setidaknya kita harus wanti – wanti lah agar proses demokrasi pada pilkada nanti bisa berjalan dengan baik,” tutupnya.
Ibnu Afdaldi

















