Daerah, Batuah-news.id — Pemerintah Desa Agung Jaya tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur dasar meski anggaran fisik tahun 2026 tergolong terbatas. Upaya ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap akses jalan yang layak.
Keterbatasan anggaran tidak menghalangi pemerintah desa dalam merealisasikan pembangunan. Tahun ini, dua pekerjaan fisik sekaligus berhasil dijalankan, yakni pembangunan jalan rabat beton dan pengoralan pada satu titik prioritas di wilayah desa.
Kepala Desa Agung Jaya, Hatono, mengatakan bahwa penentuan program pembangunan dilakukan melalui skala prioritas, dengan mempertimbangkan kebutuhan paling mendesak di tengah keterbatasan dana.
“Anggaran fisik tahun ini memang terbatas karena dialihkan ke sektor prioritas lain. Namun akses jalan yang layak tetap menjadi kebutuhan utama warga, sehingga kami melakukan efisiensi dan menentukan prioritas pembangunan,” ujar Hatono.
Pembangunan rabat beton dilakukan di jalan menuju pemakaman Mangun Jaya yang berada di Dusun II, dengan panjang 100 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 15 sentimeter.
Sementara itu, pekerjaan pengoralan dan pembangunan gorong-gorong juga dilaksanakan di titik yang sama dengan ukuran serupa.
Menurut Hatono, pemilihan kombinasi rabat beton dan pengoralan disesuaikan dengan kondisi geografis serta fungsi jalan yang dibangun, agar hasilnya lebih optimal dan bertahan lama.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah desa mengedepankan prinsip transparansi serta melibatkan masyarakat melalui program Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Skema ini tidak hanya mempercepat pengerjaan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga.
“Melalui keterlibatan masyarakat, anggaran yang ada bisa kembali berputar di desa dan membantu meningkatkan pendapatan warga,” ungkapnya.
Pemerintah Desa Agung Jaya berharap pembangunan infrastruktur ini dapat memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah tersebut.
Fauzul Ahmad

















