Kepahiang – Di tengah kondisi pemangkasan anggaran Dana Desa yang juga dirasakan secara luas, Pemerintah Desa Kampung Bogor, Kabupaten Kepahiang, tetap berupaya melakukan terobosan pembangunan dengan merancang program desa wisata.
Kondisi ini membuat sejumlah desa harus menunda bahkan membatalkan rencana pembangunan yang telah disusun. Pemerintah desa pun dituntut lebih kreatif dalam menggali potensi untuk meningkatkan pendapatan desa.
Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Kampung Bogor, Iswanto Lodika, yang mulai menjabat sejak 15 Januari 2026, mengatakan pihaknya bersama perangkat desa tengah menyusun konsep menjadikan Kampung Bogor sebagai desa wisata.
Menurut Iswanto, keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri, sehingga pihaknya saat ini berupaya menggandeng investor atau pihak ketiga untuk mendukung pembangunan tersebut.
“Dengan adanya desa wisata ini nantinya diharapkan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat serta meningkatkan perekonomian desa,” ujarnya.

Pemangkasan anggaran tidak hanya dialami oleh Pemerintah Kabupaten Kepahiang, namun juga berdampak pada 105 desa di wilayah tersebut. Bahkan, pagu anggaran Dana Desa yang sebelumnya bisa mencapai lebih dari Rp500 juta, kini hanya berada di kisaran maksimal Rp373 juta.
Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh Pemerintah Desa Kampung Bogor yang berencana mengembangkan wisata desa berbasis alam, dengan destinasi utama berupa air terjun yang terhubung dengan jalur melintasi area persawahan masyarakat.
“Upaya ini kita lakukan sebagai bentuk untuk meningkatkan ekonomi desa. Sehingga kedepannya masyarakat Desa Kampung Bogor tidak hanya mengandalkan perkebunan namun juga dari wisata yang ada di Desa Kampung Bogor,” jelas Iswanto.
Untuk menciptakan Desa Kampung Bogor menjadi Desa Wisata, kedepannya pihak perangkat desa akan menggandeng pihak ketiga untuk bersama-sama menciptakan Desa wisata. Bahkan sejumlah investor sudah didatangkan ke lokasi perencanaan Desa Wisata.
“Tentunya kita akan menggandeng pihak ketiga, karena kalau mengandalkan anggara dana Desa yang ada tidak akan mencukupi untuk menjadikan Desa Kampung Bogor ini menjadi Desa Wisata,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Kampung Bogor, Gilang, menambahkan bahwa rencana pembangunan wisata pada tahun 2026 akan menyuguhkan konsep jalur wisata yang melintasi area persawahan dan perkebunan warga.
“Rencananya kawasan air terjun ini juga akan dikembangkan menjadi lokasi arung jeram sebagai daya tarik tambahan bagi wisatawan,” tambah Gilang.
Meski fokus pada pengembangan wisata, Gilang menegaskan bahwa pihak desa tetap akan menjalankan kewajiban utama penggunaan Dana Desa, seperti penyaluran BLT DD, program ketahanan pangan, serta upaya penurunan angka stunting.
Dengan berbagai keterbatasan yang ada, Pemerintah Desa Kampung Bogor optimistis rencana desa wisata ini dapat terealisasi dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
“Tahap awal pembangunan akan difokuskan pada infrastruktur jalan menuju lokasi air terjun guna menunjang aksesibilitas wisata,” tutup Gilang.
Tim Liputan Batuah-news.id

















