“Nanti kira lihat saja perkembangan selanjutny. Sampel organ yang diambil usus, lambung beserta isinya dan limpa,” pungkasnya.
Genesis Bengkulu menyebut 31 ribu Hektar ‘Rumah’ Gajah di Bentang Alam Sebelat sudah tidak mempunyai habitat lagi, akibat perambahan hutan yang terus terjadi dalam kurun 5 tahun terakhir.
Termasuk pada kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Air Ipuh 1, yang menjadi areal konsesi PT BAT. Perambahan hutan yang berujung pada alih fungsi lahan di habitat terakhir Gajah Sumatera di Bengkulu ini telah disulap menjadi kebun kelapa sawit, dan tidak menutup kemungkinan habitat Harimau Sumatera juga ikut terancam punah.
“Sangat berpotensi memperbesar konflik manusia dan satwa liar, termasuk gajah. Sebab akan semakin membuka dan mendekatkan interaksi satwa dan manusia,” sebut Egi Saputra Direktur Genesis Bengkulu.
Data yang dikeluarkan oleh Kantor Kesantuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPH), ada sebanyak 53.600 ribu hektar hutan atau 60 – 70 persen tersebut rusak dari total kesuruhan 78.315 hektar.
Ada sebanyak enam hutan yang dikategorikan yang dibawah kelola dari kantor KPH Mukomuko, yakni HPT Air Manjuto, Air Ipuh I, Air Ipuh II, HPT Air Teramang dan Lebong Kandis.
Melihat kejadian ini, siapa yang akan disalahkan dan apakah peristiwa ini akan terus berlanjut hingga Gajah Sumatera akan punah?.
Ibnu Afdaldi

















