Daerah, Batuahnews.id – Dengan adanya keluhan dari setiap keluarga pasien yang berobat di RSUD Mukomuko, terkait minimnya ketersediaan obat sehingga harus membeli keluar.
Hal ini diakui oleh pihak manajemen RSUD Mukomuko masih menjadi kekurangan dari pelayanan di rumah sakit tersebut.
Bukan tanpa sebab, hal ini dikarenakan beban utang obat RSUD kepihak ketiga masih cukup besar jumlahnya, sehingga saat ini manajemen kesulitan untuk order obat.
Adapun jumlah total utang obat saat ini sejak tahun 2016-2021, diangka Rp 7 miliar. Sedangkan utang tahun 2022 lalu masih tersisa Rp 1 miliar.
” Kami akui masalah obat masih menjadi kelemahan kita. Ini terkait anggaran, dan masalah utang kita kepihak ketiga masih lumayan,” ungkap Direktur RSUD Mukomuko, Syafriadi Taher.
Ia menambahkan, saat ini upaya pihak manajemen RSUD tengah mencari pihak ketiga serta meyakini mereka untuk kembali menjadi supplyer obat untuk rumah sakit tersebut.
Namun karena masalah keterbatasan anggaran yang dimiliki rumah sakit saat ini, belum dapat memenuhi sesuai dengan harapan.
” Saat ini kita terus upayakan mencari pihak ketiga sebagai penyedia untuk dapat kembali bekerjasama dengan kita, untuk mengcover kebutuhan obat ini,” imbuhnya.
Masih Syafriadi, untuk masalah parkir rumah sakit, bagi keluarga pasien yang rawat inap, agar dapat mengambil paket parkir rawat inap.
Agar ketika keluarga pasien untuk keluar masuk untuk membeli obat atau membeli kebutuhan lainnya, tidak lagi dikenakan biaya.
” Perlu kita luruskan, disanakan sudah ada untuk harga rawat inap, atau pun sekedar berkunjung. Bagi keluarga yang rawat inap, sampaikan saja ke petugas parkir, agar tidak lagi dikenakan biaya ketika ada keperluan keluar masuk,” pungkasnya.
Red

















