Politik, Batuahnews.id – Fenomena harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit tidak lagi mengalami anjlok ketika mau menyambut hari besar seperti idul fitri, dan moment HUT Mukomuko.
Ternyata selama ini ada udang dibalik batu penyebab fenomena tersebut, diduga selalu dilakukan oleh para pemilik modal (Pabrik CPO) yang ada di Mukomuko selama ini.
Pasca dilantiknya Sapuan-Wasri, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko tahun 2020 lalu, fenomena itu seketika hilang hingga saat ini.
Terbukti harga TBS tidak pernah lagi tiba-tiba terjun bebas pada moment-moment tertentu. Karena dugaan rantai pungli selama ini sudah diputuskan oleh Sapuan, salaku Bupati Mukomuko.
” Beliau berani mengambil keputusan itu karena tidak ingin lagi rakyatnya dirugikan. Beliau sosok pemimpin yang sangat bermoral menurut kami,” ungkap Tono, Petani Sawit Mukomuko.
Dilanjutkan Suroto, warga Sumber Mulya. Meskipun beliau jarang turun ke masyarakat, bukan berarti Sapuan tidak peduli kepada masyarakatnya.
Justru sangat peduli, hasil beliu intens ke pemerintah pusat sudah banyak dirasakan masyarakat Mukomuko.
” Masa kepemimpinan Sapuan-Wasri ini sangat berat. Pasca di lantik 2020 lalu langsung menghadapi covid-19, belum lagi potongan untuk pembangunan IKN dan juga dana pemilu 2024,” ungkapnya.
Masih dilanjutkan Suroto, baru 2 tahun belakangan ini Pemkab sudah mulai longgar untuk membangun. Meskipun begitu, capaiannya sungguh luar biasa.
Daftar Capaian Sapuan-Wasri, Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko:
- Putuskan rantai dugaan pungli diseluruh perusahaan sawit, sehingga tidak ada lagi fenomena harga anjlok disetiap mau lebaran dan HUT Mukomuko. Masyarakat khususnya petani merasakan itu, dan sudah jadi rahasia umum fenomena tersebut sebelum era Sapuan-Wasri.
Pemutusan rantai dugaan pungli ini dilakukan pasca mereka dilantik 2020 lalu. Seketika fenomena harga TBS sawit anjlok setiap hari besar dan HUT Mukomuko tidak ditemukan lagi oleh petani serta masyarakat.
- Mukomuko sudah keluar dari krisis listrik, dimana saat ini sudah rampungnya SUTT kapasitas 150 Kv.
- Ratusan dana Inpres 2023-2024, Mukomuko menjadi daerah tertinggi di provinsi Bengkulu mendapat kucurannya. Jika tidak melalui pendekatan intens serta lobby yang kuat, tidak akan terjadi.
Dimana dana Inpres berhasil meringankan beban APBD kita untuk pemerataan pembangunan daerah. Bahkan membangun jalan hotmix koneksivitas antar kecamatan dan desa (Cek di Media Online/Elektronik).
- Berhasil bangun rumah sakit untuk daerah yang jauh jangkauan dari kota Mukomuko, yaitu RS Pratama di Desa Air Buluh.
- Anugrah Award UHC, dimana Pemkab saat ini sudah diatas target nasional pembayaran BPJS.
Apa manfaat UHC tersebut? Bayangkan dulu warga yang baru buat BPJS, harus menunggu 14 hari untuk aktif.
Saat ini, pasca kita mendapat award UHC, siapapun warga Mukomuko yang baru membuat BPJS akan bisa langsung terkoneksi dengan pelayanan.
Artinya, tidak lagi haru menunggu 1-2 hari apa lagi sampai 14 hari. Pemkab juga tahun 2025 mendatang, sudah anggarkan 100 persen warga Mukomuko BPJS nya ditanggung pemerintah (Gratis)
- Jalan Usaha Tani, Jalan Produksi, dan pengembangan pertanian disektor bawang merah dan cabai merah saat ini.
Bertujuan untuk menekan angka inflasi dan menjaga stok sehingga daerah dapat menjaga stabilitas kebutuhan pangan serta untun kemandirian.
- Bantuan kapal dan alat tangkap serta fasilitas seperti mobil box dan lainnya setiap tahun diperjuangkan di pusat.
Sehingga para nelayan kita dapat lebih maksimal serta dapat bersaing dengan daerah lain.
- Mewujudkan kota Mukomuko terang benderang, saat ini sudah dipasang 125 titik lampu jalan oleh Dishub.
Kenapa baru sekarang? Karena Mukomuko baru keluar dari krisis listrik pasca rampungnya SUTT.
- Seragam gratis untuk sekolah negeri maupun swasta. Beliau sangat serius dalam peningkatan mutu SDM melalui dunia pendidikan.
Bahkan Perda Fasilitasi Pesantren pun sudah dirampungkannya. Agar Pemkab mempunyai landasan hukum untuk membantu sekolah-sekolah yang berbasis agama seperti pesantren yang ada.
- Untuk ibu hamil, juga jauh dari kota Mukomuko khususnya mau periksa kandungan di RSUD, saat ini cukup ke puskesmas terdekat saja.
Karena 17 puskesmas yang ada di Mukomuko, sudah diberikan fasilitas alat USG (Dari Dana Pusat).
- Tahun 2024 ini Mukomuko membangun gedung perpustakaan modern. Dimana anggarannya mencapai Rp 10 Miliar dari pemerintah pusat.
- Era Sapuan-Wasri kembali membangun Rumah Adat Kebanggaan masyarakat Mukomuko.
” Sungguh luar biasa, kami paham kenapa beliu sampai jarang turun ke masyarakat selama ini, karena beliau benar-benar fokus untuk menjemput bola ke pusat. Sementara bu Wasri yang ditugaskan untuk selalu hadir ditengah masyarakat,” sambungnya.
Tentu kolaborasi kepemimpinan Sapuan-Wasri ini, patut mendapat apresiasi. Karena seluruh kebijakannya selama ini benar-benar dirasakan masyarakat Mukomuko.
” Kami berkomitmen untuk tetap mendukung beliau menuntaskan dan melanjutkan pembangunan, dimasa periode kepemimpinan 2024-2029 mendatang,” harapnya.
Red

















