Daerah, Batuahnews.id – Keberhasilan mentereng Bupati Mukomuko, Sapuan dalam memajukan Kabupaten Mukomuko, bikin masyarakat kagum. Tak tanggung-tanggung, tahun 2023 ini ratusan miliar masuk ke daerah.
Mulai dari Dana Alokasi Khusus (DAK), sebesar Rp 61 miliar, untuk pembangunan Rumah Sakit Pratama di Desa Air Buluh, Kecamatan Ipuh yang tengah proses pembangunan saat ini.
PMK Nomor 91 tahun 2023. Tentang Pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH) Perkebunan Sawit.
Juga ada Dana Bagi Hasil (DBH) daerah penghasil sawit, sesui PMK nomor 91 tahun 2023, dimana Mukomuko mendapat Rp 16,8 miliar. Angka ini tertinggi dari 9 Kabupaten di Provinsi Bengkulu.
Ini Daftar Penerima DBH Sawit di Provinsi Bengkulu:
1. Provinsi Bengkulu: Rp21.732.563.000,
2. Kabupaten Mukomuko: Rp16.881.376.000,
3. Kabupaten Bengkulu Utara: Rp12.718.454.000,
4. Kabupaten Rejang Lebong: Rp5.788.850.000
5. Kota Bengkulu: Rp6.127.688.000
6. Kabupaten Kaur: Rp7.839.801.000,
7. Kabupaten Seluma: Rp9.688.511.000,
8. Kabupaten Bengkulu Selatan: Rp6.778.689.000
9. Kabupaten Lebong: Rp4.267.522.000,
10. Kabupaten Kepahiang: Rp5.797.798.000,
11. Kabupaten Bengkulu Tengah: Rp9.015.867.000.
Selain itu juga Mukomuko lagi-lagi penerima dana dari pemerintah pusat tertinggi di provinsi, untuk pembangunan 3 ruas jalan. Melalui dana Intruksi Presiden (Inpres), sebesar Rp 136 miliar, dari Rp 400 miliar yang ditransfer melalui Pemprov.
” Apresiasi setinggi-tingginya untuk pemerintah pusat, yang begitu tanggap dan respon dengan semua usulan kita. Juga ini berkat do’a masyarakat kita serta kerja tim yang solid. Kita harap tahun depan juga dapat lebih baik lagi,”ungkap Sapuan, Bupati Mukomuko.
Dilanjutkannya, tahun depan (2024) sektor pertanian melalui Dinas Pertanian, juga mendapat kucuran DAK sebesar Rp 100 miliar. Untuk kebutuhan perbaikan infratruktur penunjang para petani di Mukomuko.
” Tahun depan kita juga akan membangun seluruh infratruktur pertanian. Alhamdulillah kita mendapat anggaran ratusan miliar dari Kementan RI. Kita berharap kedepan dapat menjadi daerah mandiri swapada pangan, juga menjadi daerah produsen pangan,”pungkasnya.
Ibnu Afdaldi/ADV

















