Daerah, Batuah-news.id – Rencana untuk mengalihkan jalur akses menuju bandara di Kabupaten Mukomuko kini mulai menunjukkan titik terang.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mukomuko tengah mematangkan persiapan awal dengan merangkul berbagai pihak agar proyek ini berjalan mulus.
Sejauh ini, tim PUPR terus memperkuat sinergi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu.
Dokumen Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pun sudah di tangan, menjadi kompas utama untuk menentukan ke mana arah aspal jalan baru ini akan membentang.
Kepala Dinas PUPR Mukomuko, Apriansyah, mengungkapkan bahwa agenda terdekat adalah mengunci titik koordinat jalur pengalihan.
Setelah koordinat dipastikan, tim akan langsung terjun ke lapangan untuk memasang patok pembatas.
”Perencanaan sudah matang bersama BPJN. Tahapan berikutnya adalah menentukan koordinat dan memasang patok di lapangan. Ini penting supaya jalur pembangunannya jadi jelas dan tidak bergeser,” jelas Apriansyah.
PUPR tidak bekerja sendiri. Mereka akan menggandeng Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk melakukan inventarisasi lahan.
Langkah ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam mendata kepemilikan tanah warga yang terdampak proyek.
Setelah data kepemilikan terkumpul valid, pemerintah daerah segera mengundang pihak-pihak terkait untuk duduk bersama dalam rapat koordinasi guna membahas mekanisme pembebasan lahan yang adil.
Bicara soal biaya, Apriansyah mengakui bahwa ketersediaan anggaran fisik saat ini masih menunggu kepastian. Namun, ada satu syarat mutlak yang harus dipenuhi terlebih dahulu: lahan harus bersih (clear).
BPJN Bengkulu baru akan mengajukan anggaran pembangunan fisik jika seluruh urusan lahan sudah tuntas.
Tanpa pembebasan lahan yang selesai, usulan anggaran ke pusat sulit untuk disetujui.
Jika semuanya berjalan sesuai rencana, tahun 2026 akan menjadi tahun krusial bagi penyelesaian urusan tanah. Pemerintah daerah berkomitmen untuk merampungkan segala administrasi dan ganti rugi di tahun tersebut.
“Target besar kita adalah menyelesaikan pembebasan lahan di sepanjang tahun 2026. Begitu lahan sudah beres, pembangunan fisik jalan baru bisa kita tancap gas pada 2027 mendatang,” pungkas Apriansyah.
Andika Dwi Pradipta

















