Daerah, Batuah-news.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko memperkirakan wilayah tersebut akan mulai memasuki periode kemarau pada Mei 2026.
Prediksi ini merujuk pada data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Perubahan musim ini dinilai sebagai sinyal kewaspadaan bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
Pasalnya, musim kering berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di daerah yang selama ini tergolong rawan.
Kepala Pelaksana BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele.
Ia menyebut, meningkatnya suhu dan minimnya curah hujan dapat memicu kemunculan titik api di sejumlah lokasi.
“Memasuki kemarau, potensi kebakaran biasanya ikut meningkat. Karena itu, perlu langkah antisipasi bersama. Masyarakat jangan sampai menjadi penyebab, tetapi justru harus berperan dalam pencegahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan warga menjadi faktor penting dalam upaya menekan risiko karhutla.
Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melapor jika menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, Ruri mengingatkan bahwa dampak kebakaran lahan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga kehidupan sosial.
BPBD, kata dia, akan terus melakukan pemantauan intensif serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna mencegah terjadinya kebakaran. Fokus utama saat ini adalah upaya pencegahan sejak dini, bukan sekadar penanganan ketika bencana sudah terjadi.
Seiring mendekatnya musim kemarau, masyarakat diminta lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Kewaspadaan bersama dinilai menjadi langkah paling efektif untuk meminimalkan potensi bencana.
“Semua pihak harus tetap siaga. Pencegahan sejak awal sangat menentukan agar kejadian karhutla yang berulang setiap musim kemarau bisa ditekan,” tutupnya.
Andika Dwi Pradipta

















