Daerah, Batuahnews.id – Pasca dilantik pada tanggal, 26 Februari 2021 lalu, Sapuan-Wasri, Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko saat itu langsung menghadapi tantangan pandemi covid-19.
Beberapa dana transfer pusat pun saat itu jumlahnya puluhan miliar terpaksa di refocusing untuk penanganan covid-19.
Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya sebagai putra daerah, untuk tetap memaksimalkan pembangunan di tanah kelahirannya.
Terbukti dengan hanya kurun waktu 3 tahun 8 bulan (3,8 Tahun) masa periodenya, membawa dampak yang luar biasa dalam sektor pembangunan infrastruktur dan lainnya.
Seperti jalan di Desa Gajah Makmur, Kecamatan Malin Deman, dimana sebelumnya warga setempat sudah selama 16 tahun terisolir.
Jalan yang begitu ekstrem apa lagi ketika hujan, bahkan tidak sedikit para petani yang merugi karena tidak dapat mengeluarkan hasil panen nya. Keluar pun hasil panen juga harus mengeluarkan kos 3 kali lipat.
Tetapi pada awal tahun 2024 lalu, masyarakat sekitar sudah dapat memanfaatkan jalan sepanjang 19 kilometer mulus yang dibangun melalui jemput bola Pemkab Mukomuko melalui program dana Intruksi Presiden (Inpres) tahun 2023.
Tak bisa dipungkiri perjuangan Bupati saat merebut dana pusat yang hampir seluruh Provinsi se Indonesia ikut berusaha menarik masuk ke daerahnya masing-masing.
Seperti dana Inpres tahun 2023, hanya didapat oleh 90 daerah se Indonesia. Provinsi Bengkulu pun mendapat bagian sebanyak dari Rp 400 miliar.
Dari angka tersebut, Kabupaten Mukomuko mendapat bagian Rp 136 miliar, menjadikan Kabupaten Mukomuko sebagai daerah tertinggi menerima dana Inpres di Provinsi Bengkulu.
Rincian Alokasi Dana Inpres 2023, Mukomuko:
1. Rp 55 Miliar, Ruas Jalan Simpang PT Maju – Simpang Talang Arah-Gajah Makmur, Kecamatan Malin Deman
2. Rp 23 Miliar, Ruas Jalan Suka Maju-Bukit Makmur, Kecamatan Penarik
3. Rp 58 Miliar, Ruas Jalan Provinsi,
Jalan Tanah Rekah-SP 4 Setia Budi-Terutung, Kecamatan Teras Terunjam
Belum lagi pembangunan rumah sakit Pratama di Desa Air Buluh, Kecamatan Ipuh. Lagi-lagi perjuangan beliau mendapat apresiasi masyarakat Ipuh dan sekitarnya.
Pembangunan rumah sakit tersebut tanpa utang, melainkan mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan RI sebesar Rp 61 miliar.
Juga era Sapuan-Wasri sudah mengeluarkan Mukomuko dari krisis daya listrik. Dari sebelumnya menggunakan pembangkit tenaga diesel, saat ini sudah dibangunnya Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dengan kapasitas 150 Kv.
Termasuk pembangunan jembatan Desa Lubuk Selandak, Kecamatan Teramang Jaya, yang sudah selama 13 tahun warga setempat terisolir tanpa jembatan penghubung.
Awal bulan Februari 2025 ini Surat Keputusan hibah rangka jembatan keluar dari Sekretaris Menteri PU RI. Selain itu Pemkab juga sudah siapkan anggaran dari APBD 2025 ini sebesar Rp 4,1 miliar untuk penjemputan rangka, pemasangan, dan lantai jembatan tersebut.
” Meskipun baru 3,8 tahun kami menjabat, setidaknya kami cukup merasa bangga sudah berkontribusi membangun tanah kelahiran kami ini. Saat ini alhamdulillah, seperti Malin Deman sudah dapat menikmati jalan yang bagus, dan aset warga pun juga terdampak naik harganya seperti tanah,” ungkap Bupati Mukomuko, Sapuan, pada pidato Silaturahmi Pemkab Mukomuko dengan FKPD dan Tokoh Masyarakat dan Adat.
Dilanjutkannya, bahwa dalam kurun 3,8 tahun menjabat, dirinya bersama Wakil Bupati merasa sangat terbantu dengan seluruh stakeholder yang ada.
Karena selain infrastruktur jalan, juga fasilitas kesehatan, pertanian, nelayan, pendidikan, hingga peningkatan perekonomian para pelaku UMKM juga tak luput dari perhatian serius Pemkab Mukomuko.
Termasuk juga berhasil mematahkan fenomena harga sawit turun ketika hari-hari besar. Bupati Mukomuko, Sapuan, mengingatkan jangan lagi dihidupkan tradisi yang dapat merugikan daerah terutama para petani sawit.
Dirinya meminta seluruh pejabat termasuk pemimpin berikutnya berkomitmen, agar betul-betul memastikan plat merah jangan ada yang masuk pabrik sawit. Kecuali ada masalah yang merugikan masyarakat atau petani kita.
” Kami berterima kasih kepada seluruh stakeholder yang sudah berjuang bersama selama 3,8 tahun ini untuk membangun daerah yang kita cintai ini. APBD kita selama ini juga selalu tepat waktu, dan juga mengalami peningkatan. Maka saya pesan kepada seluruh ASN tetap semangat dan tetap support pemerintahan kedepan,” imbuhnya.
Masih Sapuan, hari ini, Sabtu (1/2) pagi dirinya bersama jajarannya meresmikan gedung perpustakaan daerah Mukomuko, yang juga hasil jemput bola ke pemerintahan pusat.
Melalui DAK tahun anggaran 2024 lalu, Pemkab mendapat kucuran anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk membangun gedung perpustakaan modern teraebut.
” Alhamdulillah, hari ini tadi kita juga sudah meresmikan gedung perpustakaan daerah yang baru. Semoga fasilitas tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan mutu SDM anak-anak kita kedepan. Juga termasuk rumah adat kita, semoga dapat menjadi simbol kekompakan adat, ” pungkasnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Bupati Mukomuko, Wasri, dalam kesempatan silaturahmi jelang mengakhiri masa jabatannya sesuai Peraturan Presiden, berakhir pada, 10 Februari 2025 ini.
” Tentu dimasa kepemimpinan kami ada kekurangan dan kelebihannya. Dengan momen ini kami memohon maaf jika selama memimpin belum dapat merealisasikan yang masih dibutuhkan masyarakat Mukomuko,” tutupnya.
Andika Dwi Pradipta

















