Daerah, Batuah-news.id – Sebanyak 1.507 nelayan di Kabupaten Mukomuko kini dapat bernafas lega. Mereka resmi memperoleh jaminan perlindungan kerja melalui program BPJS Ketenagakerjaan, yang seluruh biayanya ditanggung langsung oleh Pemerintah Kabupaten Mukomuko dari anggaran daerah tahun berjalan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mukomuko, Nurdiana, SE, MAP, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan kesejahteraan para nelayan, yang setiap harinya berhadapan dengan risiko tinggi di laut.
“Profesi nelayan memiliki tingkat risiko yang sangat besar. Mereka bekerja di tengah laut menghadapi cuaca ekstrem, gelombang tinggi, hingga ancaman kehilangan nyawa. Karena itu, perlindungan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan menjadi kebutuhan mendesak,” ungkap Nurdiana.
Ia menambahkan, seluruh premi kepesertaan untuk 1.507 nelayan tersebut sepenuhnya dibayarkan oleh pemerintah daerah, tanpa ada potongan dari pihak nelayan.
Dengan demikian, seluruh peserta nantinya akan mendapatkan hak perlindungan sebagaimana pekerja formal lainnya.
“Pemerintah daerah telah menanggung biaya penuh untuk kepesertaan mereka. Dalam waktu dekat, kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan akan segera diserahkan agar mereka bisa langsung menikmati manfaatnya,” lanjutnya.
Melalui program ini, setiap peserta akan memperoleh dua jenis perlindungan utama, yaitu jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM).
Apabila nelayan mengalami kecelakaan saat mencari ikan di laut, seluruh biaya pengobatan akan ditanggung sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara jika terjadi musibah hingga menyebabkan meninggal dunia, maka ahli waris berhak menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan sesuai nilai manfaat yang diatur pemerintah.
Nurdiana menjelaskan, proses pendataan calon penerima bantuan telah dilakukan secara teliti oleh Disnakertrans bersama perangkat daerah lainnya. Hanya nelayan aktif dan terverifikasi yang dapat diikutsertakan dalam program tersebut.
Lebih jauh ia berharap, dukungan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem perlindungan kerja yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Mukomuko.
“Kami ingin memastikan seluruh nelayan merasa aman ketika melaut. Program ini bukan hanya sekadar bantuan, tapi bentuk komitmen pemerintah untuk melindungi mereka yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan laut daerah,” tutupnya.
Andika Dwi Pradipta

















