Daerah, Batuahnews.id – Kelurahan Merah Putih melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mukomuko serta unit koperasinya, melakukan peninjauan langsung ke Pasar Koto Jaya untuk melihat kegiatan lapangan yang dilakukan oleh para pemuda setempat.
Dalam kunjungan tersebut, tampak semangat gotong royong yang tinggi dari para generasi muda dalam membersihkan dan merapikan area pasar.
Fokus utama pembersihan kali ini berada di bagian los ikan, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik paling kumuh di pasar tersebut.
Tumpukan sampah dan air yang tergenang sering kali menjadi keluhan warga, namun berkat kerja sama dan kekompakan para pemuda, area tersebut kini terlihat jauh lebih bersih dan tertata. Drainase yang semula mampet pun berhasil dibersihkan, sehingga aliran air kembali lancar.
“Pasar Koto Jaya memiliki potensi sebagai pusat ekonomi warga, namun selama ini kurang mendapat perhatian dalam aspek kebersihan dan penataan lapak. Kami dari Disperindag sangat mengapresiasi inisiatif para pemuda yang telah berinisiatif melakukan gerakan ini. Ini adalah contoh nyata partisipasi masyarakat yang perlu terus digalakkan,” ujar Kepala Disperindagkop-UKM Mukomuko, Nurdiana, SE., MAP.
Menurut Nurdiana, kolaborasi seperti ini akan terus ditingkatkan. Pihaknya juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan peninjauan lanjutan terkait pengelolaan lapak pedagang, pengaturan alur drainase.
“Tentunya kolaborasi ini akan terus ditingkatkan, dan dalam waktu dekat akan dilakukan peninjauan lanjutan terkait pengelolaan lapak pedagang dan pengaturan alur drainase,”jelas Nurdiana.
Menurut keterangan dari Kepala unit pengelolaan pasar koto jaya, Yadi hermawanto, upaya penataan pasar ini sebenarnya telah diajukan sejak lama. Namun, baru kali ini terealisasi dengan baik berkat kolaborasi antara Disperindag dan Koperasi Merah Putih.
Ke depan, warga berharap pasar Koto Jaya dapat dikelola dengan lebih baik, dimulai dari penataan lapak hingga pengelolaan sampah yang lebih terorganisir.
Dengan adanya perhatian dari pihak terkait, besar harapan pasar ini kembali hidup dan menjadi pusat aktivitas ekonomi warga seperti sediakala.
Andika Dwi Pradipta

















