Daerah, Batuahnews.id – Polres Mukomuko melaksanakan apel gelar pasukan sebagai langkah awal sebelum dimulainya Operasi Zebra Nala 2025.
Apel yang digelar di halaman Mapolres Mukomuko itu menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh personel dan sarana pendukung dalam kondisi siap menjalankan operasi yang berlangsung selama dua pekan.
Wakil Kepala Polres Mukomuko, Kompol Bakit Eko Hadi Suseno, SH, MH, mengatakan bahwa apel tersebut memiliki fungsi strategis untuk mengecek kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan operasi di lapangan sangat ditentukan oleh persiapan yang matang sejak awal.
“Apel ini kami laksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal,” ujar Kompol Bakit.
Menurut Kompol Bakit, Operasi Zebra Nala merupakan bagian dari operasi kepolisian kewilayahan yang dilaksanakan secara serentak.
Arahan Kapolri, kata dia, menekankan bahwa operasi ini dilaksanakan untuk menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) sebagai persiapan menghadapi Operasi Lilin 2025 yang rutin digelar setiap akhir tahun.
“Sesuai arahan Bapak Kapolri, operasi ini dilaksanakan untuk menciptakan situasi Kamseltibcar lantas yang kondusif menjelang Ops Lilin 2025. Kami juga ingin mengajak masyarakat lebih disiplin dan tertib dalam berlalu lintas,” tambahnya.
Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, operasi ini juga menyasar penggunaan kendaraan yang tidak sesuai ketentuan, pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, serta perilaku berkendara yang membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Operasi Zebra Nala 2025 akan dilaksanakan pada 17 hingga 30 November 2025. Selama masa pelaksanaan tersebut, kepolisian akan menyasar berbagai potensi gangguan, mulai dari ambang gangguan hingga gangguan nyata, termasuk tindakan yang dapat memicu kemacetan, pelanggaran hukum, maupun kecelakaan lalu lintas.
Target operasi bukan hanya menindak pelanggaran, tetapi juga meminimalkan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berkendara yang aman dan nyaman.
Kompol Bakit menegaskan bahwa tujuan utama operasi ini bukan sekadar memberikan sanksi, tetapi lebih pada upaya pencegahan agar tercipta kondisi jalan yang lebih aman bagi masyarakat luas.
Dalam paparannya, Kompol Bakit juga menyampaikan perkembangan data lalu lintas tahun 2023/2024. Meski jumlah kecelakaan lalu lintas secara keseluruhan mengalami penurunan signifikan sebesar 76 persen, namun tingkat fatalitas justru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
Data menunjukkan:
•Jumlah tilang meningkat 32,6 persen
•Jumlah teguran menurun 46,7 persen
•Korban meninggal dunia naik 60 persen
•Korban luka berat naik 145,5 persen
•Korban luka ringan naik 218,2 persen
Kenaikan tajam pada jumlah korban luka baik berat maupun ringan menjadi perhatian khusus bagi kepolisian. Hal ini menunjukkan bahwa pelanggaran yang terjadi bukan hanya bersifat administratif, tetapi berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan.
“Kami berharap Operasi Zebra Nala 2025 ini dapat lebih menurunkan angka kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas yang selama ini terjadi di wilayah hukum Polda Bengkulu,” ujar Kompol Bakit.
Operasi Zebra Nala 2025 akan berlangsung selama 14 hari, dengan pola operasi yang mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Personel di lapangan nantinya akan mengutamakan langkah-langkah preventif, seperti edukasi dan sosialisasi kepada pengendara, penataan lalu lintas di titik rawan macet, serta pengamanan aktivitas masyarakat di jam-jam sibuk.
Selain itu, polisi juga akan melakukan penindakan terhadap beberapa jenis pelanggaran prioritas, termasuk:
•Berkendara melebihi batas kecepatan
•Penggunaan ponsel saat mengemudi
•Pelanggaran marka atau lampu lalu lintas
•Kendaraan tanpa kelengkapan teknis dan administrasi
•Pengendara di bawah umur
•Pengemudi dalam pengaruh alkohol
Lebih jauh, Kompol Bakit menekankan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari masyarakat. Membangun budaya tertib lalu lintas.
Ia berharap operasi ini mampu mengubah perilaku berkendara masyarakat ke arah yang lebih aman dan bertanggung jawab.
“Keselamatan merupakan kebutuhan bersama. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta mendukung pelaksanaan Operasi Zebra Nala 2025,” tutupnya.
Andika Dwi Pradipta

















