Daerah, Batuah-news.id – Pemerintah Kabupaten Mukomuko mulai mematangkan rencana pelaksanaan pawai takbir keliling menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Tradisi yang selalu dinanti masyarakat ini dipastikan tetap menjadi perhatian, meski pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi saat ini.
Sekretaris Daerah Kabupaten Mukomuko, Marjohan, mengatakan bahwa animo masyarakat terhadap takbir keliling setiap tahun terbilang tinggi.
Tidak hanya warga, para pengurus masjid di berbagai wilayah juga kerap mendorong agar kegiatan tersebut tetap digelar sebagai bagian dari syiar menyambut Idul Fitri.
“Setiap tahun memang ada antusiasme yang besar dari masyarakat, khususnya pengurus masjid, yang berharap pawai takbir keliling tetap dilaksanakan,” ujar Marjohan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pelaksanaan tahun ini tidak akan sepenuhnya sama seperti sebelumnya.
Pemerintah daerah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk efisiensi dan ketertiban, sehingga sejumlah pembatasan akan diterapkan.
Menurutnya, pembatasan tersebut terutama menyangkut jumlah dan keterlibatan peserta. Pemerintah mengimbau agar peserta tidak membludak dan cukup diwakili oleh perwakilan dari kecamatan maupun masjid.
“Dengan kondisi yang serba efisiensi, tentu akan ada pembatasan. Kami mengimbau peserta cukup diwakili oleh kecamatan atau masjid, sehingga pelaksanaan tetap tertib,” jelasnya.
Selain pembatasan jumlah peserta, pemerintah daerah juga memberikan opsi bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti ketentuan tersebut.
Warga tetap didorong untuk mengumandangkan takbir di lingkungan masing-masing agar suasana malam Idul Fitri tetap terasa tanpa harus berpusat di satu titik keramaian.
“Jika memang tidak bisa mengikuti skema yang ditentukan, kami sarankan untuk melaksanakan takbiran di tempat masing-masing saja. Yang penting nilai syiarnya tetap terjaga,” tambahnya.
Sementara itu, terkait teknis pelaksanaan pawai takbir keliling, pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur TNI dan Polri tengah melakukan pembahasan intensif.
Fokus utama saat ini adalah penentuan rute yang dinilai aman dan tidak mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat.
Marjohan menyebutkan, penentuan rute menjadi hal penting agar pelaksanaan takbir keliling tetap berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan atau potensi gangguan keamanan.
“Pemerintah daerah bersama FKPD, OPD, pihak Polres, TNI, dan unsur terkait lainnya saat ini sedang memfinalkan rute. Ini penting agar pelaksanaan berjalan aman, tertib, dan nyaman,” ungkapnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga tetap menunggu keputusan resmi pemerintah pusat terkait penetapan 1 Syawal melalui sidang isbat Kementerian Agama. Kepastian tersebut akan menjadi acuan utama dalam menentukan waktu pelaksanaan takbir keliling.
“Untuk penetapan 1 Syawal, tentu kita tetap menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah pusat sebagai dasar pelaksanaan,” kata Marjohan.
Ia berharap, meskipun terdapat pembatasan, semangat masyarakat dalam menyambut Idul Fitri tidak berkurang.
Pemerintah daerah berupaya agar pawai takbir tetap berlangsung dengan khidmat, aman, dan mencerminkan kebersamaan.
“Yang jelas, seluruh pihak terkait hari ini akan memfinalkan konsep pelaksanaan, termasuk rutenya, agar kegiatan ini tetap berjalan dengan baik,” tutup Marjohan.
Andika Dwi Pradipta

















