Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Pasca Pembakaran Mobil Pencuri Sawit, Warga Geruduk Gudang Bengkel di Pondok Suguh

Daerah, Batuahnews.id – Gelombang kemarahan warga di Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, belum juga reda. 

Setelah sebelumnya massa membakar satu unit mobil Daihatsu Grand Max yang diduga digunakan untuk mencuri tandan buah segar (TBS) sawit milik warga, ratusan orang kembali melakukan aksi serupa di hari yang sama.

Insiden lanjutan terjadi di Desa Air Hitam, sekitar pukul 10.00 WIB. Ratusan warga diperkirakan mencapai 300 orang bergegas mendatangi sebuah gudang bengkel milik Aiptu Juntak Elman, yang berada tidak jauh dari lokasi pembakaran mobil sebelumnya. 

Tanpa banyak perdebatan, massa langsung melampiaskan amarah dengan membakar gudang tersebut beserta enam unit mobil yang terparkir di dalamnya.

Dugaan sementara, tindakan itu dipicu oleh keyakinan warga bahwa hasil curian sawit yang sebelumnya diangkut menggunakan mobil Grand Max milik Jovi (25) disimpan di tempat tersebut. 

Dari informasi di lapangan, di dalam gudang ditemukan sekitar 12 tandan buah sawit yang diduga kuat berasal dari hasil pencurian di kebun warga. Temuan ini membuat emosi masyarakat tak terbendung hingga situasi sulit dikendalikan.

Sebelumnya, aksi main hakim sendiri juga terjadi di Desa Tunggang, wilayah yang masih berada di Kecamatan Pondok Suguh. Pada Jumat (24/10/2025) dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB, seorang pria berinisial JS (25) dipergoki warga saat sedang memanen sawit tanpa izin. Ia menggunakan mobil Grand Max berwarna hitam untuk mengangkut hasil curian.

Warga yang curiga langsung mengejar dan berhasil menangkap pelaku. Meski sempat diamankan, emosi warga akhirnya meledak, hingga mereka membakar mobil yang digunakan pelaku. Petugas Polsek Pondok Suguh yang menerima laporan segera datang ke lokasi untuk menenangkan warga dan mengamankan JS.

Kapolres Mukomuko, AKBP Riky Crisma Wardana, S.I.K., melalui Kapolsek Pondok Suguh Iptu Indra Horas M. Tampubolon, membenarkan peristiwa tersebut.

“Benar, telah terjadi pembakaran satu unit mobil yang digunakan pelaku pencurian sawit di Desa Tunggang. Pelaku berinisial JS sudah kami amankan dan situasi di lokasi kini terkendali,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa JS beraksi seorang diri menggunakan mobil pinjaman dari temannya bernama Ujang, warga Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya.

“JS mengaku mencuri sendiri, dan mobil Grand Max yang dipakai merupakan pinjaman dari rekannya,” jelas Kapolsek.

Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan mobil yang terbakar sebagian untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga terus menyelidiki keterkaitan antara pencurian sawit yang dilakukan JS dengan gudang tempat ditemukannya TBS yang mencurigakan.

Iptu Indra menegaskan, tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun.

“Kami memahami keresahan masyarakat akibat maraknya kasus pencurian sawit, namun tindakan anarkis seperti pembakaran tidak sejalan dengan hukum. Serahkan semua proses kepada kepolisian agar penanganannya sesuai prosedur,” ujarnya.

Menjelang sore, situasi di Desa Air Hitam dan Desa Tunggang berangsur kondusif setelah aparat kepolisian menurunkan personel tambahan untuk menjaga keamanan. Sementara itu, pelaku JS (25) kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Pondok Suguh.

Pihak kepolisian juga mengimbau warga agar memperkuat sistem keamanan lingkungan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di area perkebunan.

“Kami terus meningkatkan patroli dan bekerja sama dengan masyarakat untuk menjaga ketertiban. Dukungan warga sangat penting agar wilayah ini tetap aman,” tutup Kapolsek.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *