Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow

Mengapa Nabi Isa As yang Ditugaskan Membunuh Dajjal Bukan Nabi Muhammad SAW, Berikut Penjelasannya

Edukasi, Batuahnews.id – Banyak yang bertanya mengapa Nabi Isa AS yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk membunuh Dajjal dan mengapa tidak Nabi Muhammad SAW.

Perlu diketahui, Dajjal adalah seorang manusia yang akan muncul diakhir zaman sebagai pemimpin orang-orang kafir dan sesat, ia juga akan mengaku sebagai Tuhan dan menyesatkan semua orang dengan berbagai tipu daya dan keajaiban palsu.

Dajjal yang merupakan keturunan manusia bermata satu tersebut memiliki banyak pengikut dan dianggap sebagai musuh yang sangat nyata bagi umat Islam diakhir zaman.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut adalah 3 alasan yang menjelaskan mengapa Allah SWT memilih Nabi Isa AS untuk membunuh Dajjal :

  1. Menunjukan kebenaran agama Islam.

Allah SWT memilih Nabi Isa AS untuk membunuh Dajjal, sebagai bentuk penegasan terhadap kebenaran agama Islam. Sebagian umat Nabi Isa masih belum menerima ajaran Nabi Muhammad SAW dan masih memandang Nabi Isa AS sebagai anak Allah SWT walaupun Nabi Isa AS sendiri menolak klaim tersebut.

Nabi Isa AS sebagai Nabi yang jarak paling dekat dengan Nabi Muhammad SAW. Keduanya merupakan tokoh yang unik dalam perjalanan kenabiah, tidak ada Nabi yang diutus oleh Allah SWT diantara masa hidup Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu, Allah SWT mengutus Nabi Isa AS untuk membunuh Dajjal dan menghapus seluruh agama selain Islam. Tujuannya agar umat Nabi Isa AS menyadari kesesatan pandangam mereka dan beriman kepada Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir.

Tindakan ini juga menggambarkan bahwa agam Islam adalah agama yang benar dan sempurna, mengintregasikan ajaran-ajaran para Nabi dari sebelumnya.

Agama islam diidentifikasikan sebagai agama rahmatan lil alamin yang membawa kedamaian, keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh makhluk.

  1. Menegaskan kemuliaan Nabi Muhammad SAW.

Mukjizat Nabi Isa AS dari Allah SWT membawa perbandingan yang menonjol diantara kemuliaan dan kehebatan para Nabi. Termasuk Nabi Isa AS dan Nabi Muhammad SAW.

Nabi Isa AS diberikan mukjizat luar biasa, seperti menghidupkan orang yang telah mati, menyembuhkan orang buta dan sakit serta berbicara di buaian hingga dapat menciptkan burung dari tanah liat.

Nabi Isa AS juga tidak pernah mengaku sebagai Tuhan atau anak Allah SWT. Sebaliknya, beliau selalu menyatakan dirinya sebagai hamba Allah SWT dan Rasulnya.

Nabi Isa AS sebagai penyempurna dari ajaran sebelumnya menyampaikan bahwa, setelahnya akan muncul seorang utusan terakhir, yakni Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW dianggap Nabi yang paling mulia dan utama diantara semua nabi. Beliau dianugerahi mukjizat terbesar, yaitu Al-Qur’an yang merupakan firman Allah SWT yang tidak dapat ditiru ataupun diubah oleh siapapun.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga memiliki Syafaat, yaitu pemberian ampunan kepada umatnya dihari kiamat. Melalui perbuatan membunuh Dajjal, Nabi Isa AS akan memperkuat dan menegaskan kemuliaan Nabi Muhammad SAW mengakui kedudukannya sebagai Nabi penutup zaman.

Tidak hanya Al-Qur’an, Nabi Muhammad SAW juga diberikan Mukjizat lain seperti membelah bulan dan air mengalir dari jemari tangannya. Perjalanan Isra’ dan Mi’raj serta mampu bersabda dalam berbagai bahasa.

Mukjizat-mukjizat ini menunjukan kekuasaan Allah SWT yang melampaui batas akal manusia. Sementara keistimewaan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT yang paling sempurna semakin terungkap, akhlak mulia, kejujuran tak tercela, keberanian luar biasa dan kepedulian yang mendalam terhadap umatnya juga menjadi dibagian kepribadian Nabi Muhammad SAW.

Beliau adalah Uswatun Hasannah, teladan baik bagi seluruh manusia. Hubungan dekat Nabi Isa AS dan Nabi Muhammad SAW terlihat jelas, dimana Nabi Isa AS adalah Nabi yang paling mendekati masa kenabian Nabi Muhammad SAW tanpa ada Nabi lain yang diutus oleh Allah SWT antara keduanya. Nabi Isa AS bahkan menyampaikan kabar tentang kedatangan Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir.

Beliau mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi Khatamun Nabi Yin penutup para Nabi dan menyatakan persaudaraan diantara mereka, cinta dan saling menghormati.

Nabi Isa AS dan Nabi Muhammad SAW menjadi bukti kebersamaan spiritual dengan mengakhiri keberadaan Dajjal. Nabi Isa AS secara simbolis menegaskan kemuliaan Nabi Muhammad SAW dan menghormati sebagai Nabi akhir zaman.

  1. Nabi Isa AS masih hidup.

Riwayat menyebutkan, Nabi Isa AS awalnya dianggap telah tewas dibunuh oleh orang-orang romawi. Namun ulama dan tafsir yakin, bahwa Nabi Isa AS masih hidup.

Allah SWT menyelamatkannya dengan menggantikan wajahnya pada seseorang dan mengangkatnya kelangit atas izinnya.

Nabi Isa AS saat ini berada dilangit dan menanti perintah Allah SWT untuk turun kembali ke bumi pada akhir zaman. Allah SWT memilih Nabi Isa AS untuk mengalahkan Dajjal, karena beliau masih hidup dan dilengkapi kekuatan fisik dan rohani yang luar biasa.

Selain itu, keistimewaan Nabi Isa AS sebagai ruh Allah dan Kalimat Allah SWT memampukannya untuk menghadapi Dajjal dan segala tipu dayanya.

Keyakinan bahwa Nabi Isa AS masih hidup, bersandar dalam ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah SWT akan menyelamatkan Nabi Isa AS dari kematian dan mengangkatnya ke sisinya.

Ayat ini menegaskan bahwa Nabi Isa AS tidak dibunuh atau disalib melainkan Allah membuat orang-orang Yahudi tertipu dengan sosok yang diserupakan dengan Nabi Isa AS.

Nabi Isa AS juga disebut sebagai salah satu tanda kiamat yang akan turun dari langit di sebuah menara putih di Damaskus Suriah. Tugas beliau adalah memimpin umat Islam untuk melawan Dajjal yang dianggap fitnah terbesar diakhir zaman.

Dajjal akan dibunuh oleh Nabi Isa AS dengan tombaknya dipintu Lud sebuah kota yang berada di Palestina. Nabi Isa AS sebagai Nabi istimewa yang diciptakan oleh Allah SWT tanpa bapak melalui tiupan Ruh melalui ke rahim Maryam.

Ibunya dikenal sebagai kalimat Allah, beliau diciptakan dengan perintah Allah kun, jadilah Nabi Isa dan diberikan banyak mukjizat oleh Allah SWT termasuk membunuh Dajjal.

Dengan begitu, Nabi Isa AS akan diturunkan kembali oleh Allah SWT untuk menegakkan kebenaran dan keadilan di bumi.

Inilah 3 alasan yang perlu kita ketahui mengapa Nabi Isa diutus oleh Allah SWT untuk melawan Dajjal pada akhir zaman. Semoga bermanfaat

Sumber : Ajaran Islam.

Red

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *