Daerah, Batuahnews.id- Memasuki tahun 2024 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko menyebutkan, dari bulan Januari hingga sampai hari ini ada sebanyak 85 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terdata didaerah ini.
Dimana kasus tersebut tersebar di seluruh Kecamatan, akan tetapi yang paling banyak di wilayah Kecamatan Penarik, Kota Mukomuko, dan Desa Lubuk Sanai.
Adapun kasus tersebut telah ditangani oleh petugas kesehatan dari dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko.
Sementara itu, sebanyak 85 kasus tersebut diantaranya ada 2 orang meninggal dunia yang diakibatkan DBD, diketahui 2 orang tersebut Karmilah (51) warga Kecamatan Selagan Raya dan bayi berusia 11 bulan bernama Kaisan Gilbi Giffani, warga Wonosobo.
Sebelumnya, dua penderita DBD tersebut sempat dilakukan perawatan di RSUD Mukomuko.
“Adapun bayi bernama Kaisan Gilbi awalnya dirawat di RSUD Mukomuko, setelah itu bayi tersebut dirujuk di rumah sakit di Padang, Sumatera Barat, dan penderita ini meninggal dunia di Padang,” kata Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Hamdan.
Sedangkan Karmilah, sebelumnya dirawat di RSUD Mukomuko, setelah kondisinya mulai pulih pihaknya langsung pulang dan setelah itu meninggal dunia.
“Karmilah ini selain menderita DBD, dia juga ada komplikasi dengan penyakit lain,” ungkapnya.
Dengan begitu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.
“Upaya 3 M juga harus dilakukan oleh masyarakat secara mandiri, karena perkembangan biak nyamuk Aedes aegypti biasanya di lingkungan yang kuang bersih,” pungkasnya.
Andika Dwi Pradipta

















