Daerah, Batuahnews.id – Selasa 26 Maret 2024 kemarin, Pemkab Mukomuko baru saja menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 tingkat kabupaten.
Selain itu, pemkab Mukomuko juga melakukan musyawarah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2025 – 2045.
Dalam pembahasan itu, bupati Sapuan menyoroti angka pengangguran terbuka di Indonesia tinggi pada tahun 2023 lalu.

Menurut data yang dipaparkan pada musrenbangkab itu, hasil evaluasi Pemkab Mukomuko pada tahun 2023 lalu, terhadap kinerja perekonomian daerah dapat disimpulkan bahwa laju pertumbuhan di Mukomuko mengalami trend positif.
Seperti pada sektor pertanian berperan penting dalam di Mukomuko dengan Distribusi PDRB menginjak pada angka 44,56 persen, sebesar Rp. 2,7 milyar lebih. Pada komponen dari sektor rumah tangga berkontribusi hingga Rp. 4,2 milyar.
Untuk kondisi kesejahteraan masyarakat, persentasi penduduk miskin dari tahun 2022 lalu, mengalami penurunan 0,68 persen.
Kemudian pada hasil kinerja pembangunan Sumber Daya Manusia, (SDM) sedikit mengalami kenaikan rata – rata 0,46 persen, dalam waktu lima tahun terakhir berdasarkan hasil survei meningkat 1,85 persen. Artinya dalam indeks pertumbuhan perkembangan SDM masih stagnan.
Sedangkan tingkat pengangguran terbuka trend fluktuatif dan cenderung menurun dalam tiga tahun terakhir. Lalu, untuk indeks Gini kabupaten mengalami stagnansi diangka 0,26 dua tahun terakhir.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia mencapai, 7,86 juta orang per Agustus 2023 lalu. Setara dengan tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,32 persen dari total 147,71 angkatan kerja.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,86 juta orang per Agustus 2023 atau setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,32 persen dari total 147,71 angkatan kerja.
Disampaikan Bupati Mukomuko, Sapuan ia mendorong seluruh pihak melakukan intervensi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dalam hal ini pemerintah diingatkan untuk mengambil langkah strategis untuk menciptakan lapangan kerja domestik.
Selain itu, kata Sapuan terkait isu strategis Pemkab dalam peningkatan daya saing SDM, peningkatan aksesbilitas, dan konektivitas infrastruktur, peningkatan kualitas lingkungan hidup, dan peningkatan tata kelola pemerintahan yang professional. Selain itu ia mendorong seluruh pihak dapat berkolaborasi dalam percepatan transformasi ekonomi dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
“Dengan adanya infrastruktur jalan yang bagus, jembatan yang baik listrik swasembada dengan begitu tentu ini menjadi peluang buat masyarakat Mukomuko bergerak pada usaha lainnya, bersama kita ketahui selama ini khusunya di bidang sektor jasa itu Mukomuko belum bergerak maksimum,” kata Sapuan.
Dilanjutkan Sapuan, bidang sektor jasa yang dimaksut yaitu perhotelan, kuliner dan usaha – usaha lainnya bahwa di Kabupaten Mukomuko masih belum maksimal apalagi di daerah ini listrik masih dalam transisi pengalihan ke SUTT.
Ibnu Afdaldi/Adv

















