Daerah, Batuah-news.id – Memasuki hari kedua, proses pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang di aliran Sungai Manjunto kembali dilanjutkan oleh tim gabungan pada Rabu (18/3/2026).
Hingga saat ini, korban yang diduga tenggelam saat beraktivitas di sungai tersebut masih belum berhasil ditemukan.
Korban diketahui bernama Arjun (45), warga Dusun Baru Pelokan, Kecamatan XIV Koto.
Ia dilaporkan hilang pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIB saat mencari lokan, salah satu jenis kerang air tawar yang menjadi sumber penghasilan warga setempat.
Komandan Pos Basarnas Mukomuko, M. Apriyanto, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan warga tenggelam di lokasi tersebut.
“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat setempat bahwa ada terduga warga yang tenggelam saat mencari lokan,” ujar Apriyanto.
Menindaklanjuti laporan itu, tim langsung bergerak melakukan pencarian dengan menyisir area sungai di sekitar lokasi kejadian.
Fokus pencarian awal dilakukan dengan memperluas radius dari titik terakhir korban terlihat, yakni sekitar 100 meter ke arah hulu dan 100 meter ke arah hilir.
Selain penyisiran permukaan, tim juga menerjunkan penyelam untuk melakukan pencarian di dalam air. Upaya penyelaman dilakukan sebanyak tiga kali atau tiga sorti, namun belum membuahkan hasil.
“Penyelaman sudah dilakukan sebanyak tiga sorti, namun hasilnya masih nihil. Karena kondisi tidak memungkinkan, sekitar pukul 20.00 WIB operasi pencarian kami hentikan sementara dan dilanjutkan hari ini,” katanya.
Pada hari kedua, tim kembali melanjutkan pencarian dengan metode serupa, yakni penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga saat ini, keberadaan korban masih belum diketahui.
Apriyanto menambahkan, pihaknya tengah melakukan evaluasi untuk menentukan langkah teknis pencarian selanjutnya agar upaya yang dilakukan lebih efektif.
“Kami masih melakukan analisa untuk menentukan teknis pencarian berikutnya. Rencana hari ini tetap dilakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga sore,” tambahnya.
Sementara itu, Camat XIV Koto, Andrianto, mengungkapkan kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi di lapangan. Ia menyebutkan bahwa saat kejadian, korban tidak sendirian.
“Berdasarkan keterangan saksi, ada tiga orang yang mencari lokan sekitar pukul 13.30 WIB. Dua orang sudah naik ke darat, sementara satu orang, yakni Arjun, masih menyelam. Ia sempat muncul ke permukaan untuk mengambil napas, namun setelah menyelam kembali tidak muncul lagi,” jelas Andrianto.
Beberapa saat setelah korban tidak terlihat, saksi melihat seekor buaya muncul di sekitar lokasi, dengan jarak sekitar 15 meter dari titik korban terakhir menyelam.
“Tidak lama setelah itu, terlihat seekor buaya di sekitar lokasi. Sehingga diduga korban diterkam,” ungkapnya.
Peristiwa ini menambah daftar kekhawatiran masyarakat yang beraktivitas di sepanjang Sungai Manjunto. Warga diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di dalam air, mengingat potensi ancaman satwa liar yang masih ada di wilayah tersebut.
Andika Dwi Pradipta

















