Daerah, Batuahnews.id – Gelombang laut tinggi kembali melanda perairan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Ketinggian ombak yang mencapai sekitar 1,2 hingga dua meter menyebabkan air laut pasang dan menghantam area pesisir, termasuk rumah warga dan perahu milik nelayan.
Peristiwa tersebut terjadi di Pantai Desa Air Rami, Kecamatan Air Rami, pada Selasa (5/11). Air laut yang terus meninggi membuat sejumlah nelayan bergegas mengevakuasi perahu mereka agar tidak terseret arus. Sementara itu, satu rumah warga dilaporkan terendam air laut dan penghuninya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Salah seorang warga yang rumahnya terdampak, Nike, mengaku kejadian kali ini merupakan yang terparah selama beberapa bulan terakhir. Menurutnya, cuaca buruk yang disertai angin kencang selama beberapa hari terakhir memperparah kondisi laut.
“Kami terpaksa meninggalkan rumah karena air sudah masuk sampai ke dalam. Sekarang kami mengungsi ke rumah warga yang posisinya lebih tinggi,” ujar Nike dengan nada cemas.
Ia menambahkan, saat gelombang tinggi datang, perahu nelayan sempat dihantam air laut. Beruntung, perahu-perahu tersebut tidak sampai menghantam rumah warga meskipun beberapa di antaranya hampir terseret ombak.
“Air pasang mengenai tempat jemur ikan dan perahu nelayan. Untung saja belum sampai mengenai rumah. Tapi karena air terus naik, kami tidak punya pilihan selain pergi mengungsi demi keselamatan,” jelasnya.
Akibat gelombang besar ini, sebagian area pantai semakin terkikis. Warga khawatir jika tidak segera ada penahan ombak atau tanggul pelindung, rumah-rumah di tepi pantai akan semakin rentan setiap kali air laut pasang.
Di sisi lain, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko) turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada. Melalui pesan singkat yang disampaikan kepada wartawan, Kepala BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi, meminta warga pesisir untuk selalu memantau kondisi cuaca yang saat ini tidak menentu.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di tepi pantai, agar meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan informasi dari BMKG, tinggi gelombang di wilayah perairan Mukomuko saat ini bisa mencapai 1,5 hingga dua meter. Kondisi ini sangat berisiko bagi warga yang bermukim di kawasan pesisir,” jelas Ruri.
Ia juga mengingatkan agar nelayan menunda sementara aktivitas melaut jika kondisi angin dan ombak masih tinggi. Pemerintah daerah, tambahnya, akan terus memantau situasi dan menyiagakan tim di lapangan apabila terjadi potensi bencana lanjutan.
Kondisi di Pantai Air Rami hingga kini masih dalam pemantauan. Warga berharap ada langkah cepat dari pemerintah daerah untuk memperkuat garis pantai agar kejadian serupa tidak terus terulang setiap kali gelombang pasang datang.
Andika Dwi Pradipta

















