Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow

Februari 2025 SK Hibah Jembatan Lubuk Selandak Keluar, Pemkab Sudah Siapkan Rp 4,1 M Untuk Pemasangan

Daerah, Batuahnews.id – Pasca putus diterpa banjir besar 13 tahun lalu, jembatan Desa Lubuk Selandak, Kecamatan Teramang Jaya, dipastikan akan kembali dibangun tahun 2025 ini.

Berkat perjuangan Bupati Mukomuko, Sapuan, bersama seluruh stakeholder meyakinkan pemerintah pusat, akhirnya Surat Keputusan (SK) hibah kerangka jembatan akan keluar pada awal Februari mendatang.

Kepala Dinas PUPR Mukomuko, Apriansyah, mengungkapkan. Bahwa proses hibah tinggal menunggu SK yang akan dikeluarkan oleh Sekretaris Kementerian (Sekmen) PU pada awal bulan depan.

Sesuai intruksi Bupati Mukomuko, Sapuan, pihaknya juga sudah usulkan di APBD 2025 ini anggaran mulai dari penjemputan kerangka jembatan, pemasangan, hingga pemasangan lantai jembatan sebesar Rp 4,1 miliar.

” Alhamdulillah, saat ini kita tinggal menunggu SK hibah saja lagi dari Sekretaris Kementerian PU. Beberapa waktu lalu kami kembali followup, kabarnya awal Februari nanti SK tersebut turun dari Sekmen PU,” terangnya.

Dilanjutkannya, bahwa seluruh administratif serta kajian teknis dan lainnya terkait hibah juga sudah diserahkan ke Kementerian PU. 

Juga untuk proses lelang pekerjaannya saat ini Dinas PUPR tengah mempersiapkan seluruh dokumen seperti Kerangkan Acuan Kerja (KAK), Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang akan diserahkan kepada pokja pengadaan nantinya.

” Anggaran Rp 4,1 miliar tersebut sudah tersedia di APBD tahun ini, penggunaannya nanti mulai dari penjemputan kerangka, pemasanagan, dan lantai jembatan. Insya Allah tahun ini jembatan Lubuk Selandak kembali dapat dimanfaatkan warga setempat,” imbuhnya.

Warga Desa Lubuk Silandak, Nova Wahyuni, berharap pembangunan jembatan ini benar-benar dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah tahun ini. 

Mengingat penderitaan warga setempat yang sangat kesulitan untuk akses mengeluarkan hasil kebun dan keluar jika ada keperluan mendadak lainnya.

” Semoga bukan janji-janji manis atau harapan palsu, kami sudah capek 13 tahun ini terisolasi seperti ini. Setiap hari jika ingin keluarkan hasil perkebunan dan keluar desa harus menghadapi sungai deras dan mempertaruhkan nyawa,” tutupnya.

Red

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *