Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Elpiji 3 Kg Terasa Langka, Warga Mukomuko Diimbau Tak Membeli Berlebihan

Daerah, Batuah-news.id – Pemerintah Kabupaten Mukomuko merespons keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh gas elpiji 3 kilogram di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.

Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM), pemerintah daerah mengingatkan warga agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan terhadap gas bersubsidi tersebut.

Kepala Disperindagkop dan UKM Mukomuko, Syafriadi, SH, menegaskan bahwa kondisi yang terjadi saat ini bukan disebabkan oleh hambatan distribusi, melainkan pola konsumsi masyarakat yang cenderung tidak terkendali.

“Penyaluran dari agen ke pangkalan masih berjalan normal sesuai jadwal. Tidak ada gangguan distribusi. Namun, pembelian dalam jumlah besar oleh sebagian masyarakat membuat stok cepat habis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fenomena kelangkaan yang dirasakan masyarakat lebih disebabkan oleh perilaku membeli dalam jumlah banyak sekaligus, sehingga ketersediaan di tingkat pangkalan maupun pengecer menjadi cepat menipis.

Padahal, lanjutnya, elpiji 3 kilogram merupakan komoditas bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu, pembelian seharusnya dilakukan sesuai kebutuhan.

“Jika satu orang membeli dalam jumlah besar, maka yang lain akan kesulitan mendapatkan. Ini yang menimbulkan kesan langka, padahal pasokan sebenarnya mencukupi,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan pelaku usaha yang tidak berhak agar tidak menggunakan elpiji subsidi.

Penggunaan di luar ketentuan dinilai akan memperbesar tekanan terhadap ketersediaan gas bagi masyarakat yang berhak.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Disperindagkop dan UKM akan terus melakukan pengawasan di lapangan, termasuk memantau distribusi hingga ke pangkalan guna mencegah potensi penyimpangan.

Pemerintah juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga ketersediaan dengan membeli secara wajar.

Dengan pola konsumsi yang lebih terkontrol, pasokan yang tersedia diyakini mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga.

“Yang perlu diperhatikan adalah cara membeli. Selama itu dijaga, pasokan tetap aman,” tutupnya.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *