Daerah, Batuahnews.id – Lagi-lagi wakil rakyat di Mukomuko disorot masyarakatnya. Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rumus Institute, Rusman Azwardi, SP mempertanyakan kinerja DPRD Kabupaten Mukomuko. Padahal menurutnya, sudah 4 tahun bekerja menjalankan tugas dan fungsi sebagai penyeimbang kebijakan pemerintah daerah.
Rusman menyebut DPRD Mukomuko gagal dalam menjalankan fungsi pengawasan. Seperti pengawasan kinerja ASN, pengawasan pembangunan fisik, pengawasan OPD dan mengawasi pelayanan publik RSUD.
“Dari sisi pengawasan, saya lihat agak minim itu kerja dewan. Baik pengawasan keseluruhanlah kinerja ASN, kegiatan pembangunan 4 tahun terakhir terkesan sangat minim dekali. Artinya fungsi kontrol DPRD salah satunya tidak berjalan baik,” beber mantan anggota DPRD Mukomuko ini.
Lebih lanjut, Rusman mengatakan bahwa saat ini masyarakat tengah menghadapi kelangkaan Gas Melon (Elpiji 3 kg). Ia menyayangkan DPRD Mukomuko tidak terjun ke lapangan melihat apa yang terjadi di tengah masyarakat dan terkesan berdiam diri.
“Contohnya kelangkaan Gas Melon. Itu saja sangat minim (pengawasan), padahal itu merupakan kebutuhan masyarakat,” sambungnya.
Rusman juga menilai DPRD Mukomuko lemah dalam pengawasan RSUD Mukomuko. Padahal, kata Rusman, sudah sering bongkar pasang Direktur. Kenyataannya belum ada perubahan yang signifikan.
“Kita anggap saja RSUD itu rumah sakit yang sedang sakit gitukan. Tapi sejauh ini, belum tampak usaha dari pemerintah daerah termasuk legislatif untuk melakukan perubahan di rumah sakit itu,” tutupnya.
Rusman berharap, di akhir sisa masa jabatan pada 2023 ini, dewan dapat melakukan pengawasan aktif dan bekerja maksimal.
(Ibnu Afdaldi)

















