Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow

Banyak Warga Mukomuko Terkena Ispa, Diduga Karena Pencemaran Udara oleh PMKS

Daerah, Batuahnews.id – Warga Kecamatan Lubuk Pinang, banyak yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) diduga akibat dampak pencemaran udara dari Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) yang ada di daerah itu.

Menurut data dari Puskesmas Lubuk Pinang dikutip dari Rakyat Bengkulu, dari tahun 2022 hingga 2023 lalu, penyakit Ispa merupakan penyakit teratas. Ada sebanyak 583 kasus penyakit Ispa, berdasarkan warga yang berobat datang ke puskesmas maupun petugas melakukan visit dilapangan.

Sementara, angka penyakit Ispa juga tinggi di Kecamatan XIV Koto, hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Lubuk Sanai, Marnita, SKM menyebut sepanjang dua tahun terakhir penyakit Ispa merupakan penyakit teratas. Pada tahun 2022 ada sebanyak 878 kasus akibat Ispa, sedangkan pada tahun 2023 kemarin, ada sebanyak 805 kasus.

“Iya penyakit Ispa cukup tinggi di Kecamatan XIV Koto,” singkatnya ketika dikonfirmasi. 

Diketahui wilayah kecamatan Lubuk Pinang merupakan wilayah industri pengolahan minyak kelapa sawit. Ada sebanyak 3 pabrik perusahaan PMKS di daerah itu, yakni PT Sapta, PT USM, dan PT KSM terletak di desa Tanjung Alai. 

Tingginya angka Ispa di Kecamatan XIV Koto diduga kuat akibat salah satu perusahaan nakal yang tidak tertib terhadap aturan yang ada. Seperti baru – baru ini, warga menyoroti pabrik PT KSM yang terletak di Desa Tanjung Alai. 

Lokasi pabrik PT KSM pengolahan Crude Palm Oil (CPO) tersebut juga berbatasan langsung dengan desa tetangga, yakni Desa Pauh Terenja, Kecamatan XIV Koto.

Perusahaan satu ini terkesan sangat kebal, padahal sudah jelas sekali melanggar aturan, seperti pencemaran udara asap dari cerobong pabrik itu, pembunganan limbah di sungai Kukun dan persawahan dan perkebunan warga jadi terkena dampak pencemaran.

Novi (26) warga Desa Tanjung Alai mengungkapkan, selain pencemaran udara, bau tak sedap juga ikut dirasakan di warga Desa Tanjung Alai. 

“Aroma tak sedap kadang – kadang tercium, sampai ke permukiman warga,” sampainya.

Dikutip dari berita Antara tahun 2018 lalu, hasil penilaian peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (Proper), PT KSM mendapatkan peringkat merah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Ibnu Afdaldi

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
Penulis: Ibnu AfdaldiEditor: Ibnu Afdaldi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *