Daerah, Batuah-news.id – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Sosial menyiapkan berbagai langkah antisipasi dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sepanjang tahun 2026.
Persiapan tersebut mencakup penyediaan logistik darurat hingga perlengkapan untuk membangun tempat pengungsian sementara bagi masyarakat terdampak.
Langkah kesiapsiagaan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah agar penanganan bencana dapat dilakukan secara efektif ketika terjadi musibah seperti kebakaran, angin puting beliung, maupun bencana lainnya.
Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko telah menyiapkan berbagai kebutuhan dasar yang dapat digunakan untuk mendirikan hunian sementara bagi warga yang harus mengungsi.
Beberapa material yang disediakan antara lain semen, seng, pasir, paku, serta perlengkapan lainnya yang dapat digunakan untuk membangun atau memperbaiki tempat tinggal sementara.
Selain menyiapkan bahan bangunan untuk hunian darurat, pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Bantuan logistik yang disiapkan meliputi berbagai bahan pangan seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan kecap yang dapat segera disalurkan kepada warga ketika terjadi bencana.
Kesiapan logistik tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penanganan di lapangan sehingga masyarakat yang tertimpa musibah dapat segera memperoleh bantuan tanpa harus menunggu lama.
Wakil Ketua I DPRD Mukomuko, Wisnu Hadi, mengatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah daerah dalam menyiapkan berbagai kebutuhan penanganan bencana sejak dini.
“Persiapan seperti ini sangat penting agar pemerintah daerah bisa bergerak cepat ketika terjadi bencana. Dengan adanya logistik dan perlengkapan yang sudah disiapkan, bantuan kepada masyarakat terdampak bisa langsung disalurkan,” ujar Wisnu Hadi.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi agar penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Harapan kami koordinasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat terus diperkuat. Dengan kerja sama yang baik, penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan masyarakat yang terdampak bisa segera mendapatkan bantuan,” tutupnya.
Andika Dwi Pradipta/Adv

















