Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Alat CT-Scan RSUD Mukomuko Miliaran Mubazir, Hingga Saat Ini Belum Bisa Dioperasikan

Daerah, Batuahnews.id – Upaya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masih menemui hambatan pada satu fasilitas penting.

Perangkat CT-scan yang sudah tersedia di rumah sakit pemerintah ini ternyata belum dapat dipakai untuk melayani pasien, meski alat tersebut telah berada di lokasi sejak beberapa waktu lalu.

Manajemen rumah sakit menjelaskan, terdapat dua kendala utama yang membuat CT-scan belum bisa dioperasikan. Selain belum tersedianya tenaga radiografer khusus yang memiliki kompetensi menjalankan alat tersebut, perizinan pemakaian dari instansi berwenang juga masih berada dalam proses finalisasi.

Menurut pihak rumah sakit, saat ini berbagai langkah tengah ditempuh agar pelayanan CT-scan dapat segera dibuka. Di antaranya ialah pengadaan sumber daya manusia yang sesuai standar serta percepatan penyelesaian dokumen legalitas penggunaan alat.

Harapannya, seluruh persyaratan bisa diselesaikan secepat mungkin sehingga masyarakat tidak harus menunggu terlalu lama.

CT-scan atau Computed Tomography Scan merupakan perangkat medis yang berfungsi memindai bagian dalam tubuh menggunakan kombinasi sinar-X dan sistem komputerisasi.

Hasil perekaman alat ini menghasilkan gambar penampang tubuh secara berlapis maupun tiga dimensi, sehingga dokter bisa mendapat informasi lebih detail daripada pemeriksaan rontgen biasa. Pemeriksaan ini kerap diperlukan dalam identifikasi cedera organ, perdarahan, tumor, dan sejumlah kondisi kesehatan lainnya.

Direktur RSUD Mukomuko, Syafriadi Taher, menyebut kehadiran CT-scan diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang sebelumnya harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah untuk pemeriksaan lanjutan. Dengan adanya alat tersebut, pasien tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan layanan pencitraan medis.

Syafriadi optimis, jika seluruh persyaratan teknis dan administrasi telah terpenuhi, alat CT-scan dapat segera difungsikan secara penuh untuk melayani pasien umum maupun rujukan internal rumah sakit.

“Kalau izinnya belum selesai dan tenaga ahlinya belum lengkap, otomatis alat ini belum dapat difungsikan. Namun kepentingan utamanya ialah untuk menunjang penegakan diagnosis penyakit, terutama bagi spesialis saraf, karena CT-scan sangat diperlukan,” jelas Syafriadi.

Ia menambahkan, pihak rumah sakit sedang berupaya melengkapi kebutuhan SDM agar pelayanan CT-scan dapat segera dinikmati oleh masyarakat.

“Kami ingin alat ini segera bermanfaat bagi masyarakat. Target kami, begitu seluruh izin dan SDM siap, layanan CT-scan langsung beroperasi,” tutup Syafriadi.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *