Daerah, Batuah-news.id – Fenomena air irigasi sayap kiri tak lagi mengalir, membuat heboh para petani sawah di Kabupaten Mukomuko, khususnya di Desa Lubuk Gedang, Kecamatan Lubuk Pinang, Rabu (11/3).
Belum dapat dipastikan apa penyebab air irigasi diwilayah tersebut tak lagi mengalir seperti biasanya. Tentu hal ini akan menjadi permasalahan serius bagi para petani.
Sawah yang kekurangan air mengalir atau mengalami kekeringan akan berdampak serius, mulai dari penurunan kualitas tanaman hingga gagal panen total.
Karena jika kekurangan supply air, maka akan menyebabkan proses fotosintesis terhambat, membuat tanaman menguning, layu, dan pertumbuhannya menjadi kerdil.
” Tolong kami, carikan segera solusinya. Bagaimana kami bisa berhasil jika irigasinya begini. Padahal infrastrukturnya sudah cukup baik, namun kenapa bisa airnya tidak lagi mengalir,” curhat petani sawah Desa Lubuk Gedang, Devino Gifto.
Dilanjutkan oleh Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Mukomuko, Saprin. Permasalahan ini jika tidak ditanggap segera oleh stakeholder terkait, maka tidak menutup kemungkinan para petani bisa gagal panen.
Karena kekeringan yang terjadi saat ini cukup mengkhawatirkan bagi petani di wilayah Kecamatan Lubuk Pinang saat ini.
” Kita harap Dinas PUPR Mukomuko dapat segera menindak lanjuti keluhan para petani kita ke pihak BWS 7 Provinsi Bengkulu,” imbuhnya.
Masih Saprin, harapan kedepan permasalahan ini tidak lagi terjadi. Karena kunci dari keberhasilan sawah ini sangat ditentukan oleh air.
” Ini sebenarnya juga pintu masuk Aparat Penegak Hukum (APH) untuk cek secara detail dari hulu ke hilir pembangunan infrastruktur irigasi oleh BWS 7 ini,” pungkasnya.
Andika Dwi Pradipta

















