Daerah, Batuahnews.id – Bukan main anggaran yang digelontorkan dalam kegiatan MTQ ke 7 tahun 2025, tingkat Kabupaten Mukomuko.
Daerah bakar uang setidaknya dalam 3 hari pelaksanaan MTQ kurang lebih Rp 500 juta, ditengah daerah masih kekurangan anggaran untuk kebutuhan fasilitas umum.
Dalam pelaksanaan pun panitia juga mendapat kritikan dari para peserta. Terutama terkait minimnya konsumsi serta penginapan kontigen harus tidur 16 orang satu kamar.
Tentu publik semakin bertanya-tanya, anggaran yang begitu fantastis dengan pelaksanaan hanya 3 hari, tapi masih banyak kekurangan yang membuat kontigen merasa tak nyaman.
Kekecewaan ini pun turut disampaikan oleh Pemuda Muhammadiyah Mukomuko yang juga aktivis, Saprin. Selain melihat banyaknya kekurangan, juga merasa Pemkab kurang bijak menggunakan anggaran daerah.
Dimana saat ini daerah tengah mengalami kekurangan anggaran cukup signifikan akibat adanya pemotongan transfer dari pemerintah pusat.
Maka besar harapan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Kejari Mukomuko, dapat menjadikan ini pintu masuk untuk pemeriksaan seluruh item kegiatan MTQ tahun ini.
” Kita meminta APH masuk untuk periksaan kegiatan MTQ yang kami anggap diluar nalar ini, 3 hari pelaksanaan bakar uang setengah miliar. Agar memastikan transparansi dan tidak disalahgunakan agar publik tidak bertanya-tanya lagi,” ungkap Saprin.
Masih Saprin, permintaan APH harus periksa panitia ini bukan tanpa dasar, karena memang pelaksanaan MTQ ini sudah menjadi sorotan publik.
” Harapan kita Kejari Mukomuko bisa buka pintu pandora ini. Karena ini sudah menjadi keresahan publik khususnya warga Kabupaten Mukomuko,” pungkasnya.
Saat di konfirmasi kepada Kabag Kesra Setkab Mukomuko, Amri Kurniadi, membenarkan anggaran sebelumnya itu Rp 950 juta.
Pada saat adanya efisiensi anggaran beberapa waktu lalu, terjadi pengurangan pagu anggaran pelaksaan MTQ menjadi Rp 750 juta.
” Yang terpakai dalam pelaksanaan selama jalannya event MTQ ini hanya terpakai kurang lebih Rp 500 juta. Untuk jumlah peserta 536, dari 15 kecamatan yang ada,” terang Amri.
Dilanjutkannya, bahwa anggaran yang besar itu seperti pembinaan, hotel yang disiapkan untuk seluruh peserta, juri dan lainnya.
” Dari pagu anggaran Rp 750 juta kita hanya belanjakan kurang lebih Rp 500 juta. Dan itu semua sudah kami lakukan secara maksimal,” tutupnya.
Ringgo Dwi Septio

















