Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Ngorok Serang Kecamatan Kota Mukomuko, Dua Desa Terbaru Laporkan Kematian Ternak

Daerah-, Batuahnews.id – Kasus penyakit ngorok atau Septicaemia epizootica kembali menjadi perhatian di Kabupaten Mukomuko. Wabah ini dilaporkan telah menyebar ke dua desa, yakni Desa Tanah Rekah dan Desa Tanah Harapan, yang berada di wilayah Kecamatan Kota Mukomuko.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak terkait, sebanyak 11 ekor kerbau milik warga dilaporkan mati akibat penyakit tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, di wilayah Desa Pasar Sebelah, berdasarkan laporan di lapangan, terdapat total 30 kasus SE. Dari jumlah tersebut, 7 ekor kerbau dinyatakan mati, 3 ekor dijual dalam kondisi sakit, dan 20 ekor lainnya telah diberikan pengobatan oleh tim medis.

Sementara itu, di Kelurahan Bandar Ratu, tercatat ada 2 ekor kerbau yang dijual. Lebih mencemaskan lagi, wilayah ini juga mencatat adanya 225 ekor kerbau yang berada dalam masa indikasi, artinya hewan-hewan tersebut sedang dalam tahap pengawasan karena memiliki potensi atau kontak dengan kasus positif SE.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Diana Nurwahyuni mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah penanganan dengan memberikan pengobatan kepada hewan ternak yang masih menunjukkan gejala penyakit.

Ia mengakui bahwa keterbatasan sarana dan cakupan wilayah menjadi tantangan tersendiri dalam mengendalikan penyebaran wabah ini.

“Saat ini, tindakan yang kami lakukan sebatas memberikan pengobatan kepada ternak yang masih hidup dan menunjukkan gejala. Kami terus berupaya meminimalkan angka kematian dengan langkah-langkah pengobatan langsung di lapangan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa belum ada program vaksinasi massal yang dilakukan, mengingat penyebaran penyakit ini terbilang cepat dan terkadang sulit terdeteksi pada fase awal. Oleh karena itu, ia mengimbau para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila mendapati gejala mencurigakan pada hewan ternak mereka.

“Kami minta kepada peternak untuk lebih membersihkan kandang, kualitas pakan, serta tidak membiarkan hewan ternak berkeliaran bebas di area yang belum steril,” pungkas Diana.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *