Daerah, Batuahnews.id – Penerbangan pesawat Wings Air di Bandara Mukomuko (MPC) hanya terbang satu kali pada Rabu 26 Maret 2025 lalu.
Pihak maskapai memutuskan berhenti sementara. Sepinya penumpang dan harga tiket mahal menjadi alasan.
Anak perusahaan Liong Air ini rencananya akan merubah rute penerbangan ke daerah lain.
“Adapun sudah 1 minggu pesawat
yang 2 kali dalam seminggu melayani penerbangan ke Mukomuko, Bengkulu, dan Bengkulu menuju Mukomuko tidak lagi beroperasi,” kata Petugas Jaga Bandara Mukomuko, Angga.
Informasi yang didapatkan oleh tim Batuahnews.id, pelayanan penerbangan berhenti disebabkan masalah operasional.
Kemudian kapan akan kembali melakukan penerbangan ke Bandar Udara Mukomuko masih belum diketahui.
“Untuk kembali penerbangan ke Bandar Udara Mukomuko belum diketahui kapan, kemudian Alasanya Wings Air berhenti ini karena masalah operasional,” ungkapnya.
Robi Numarta warga Kecamatan Kota Mukomuko menyampaikan, untuk harga tiket yang mencapai Rp700 ribu hingga Rp 900 ribu terlalu berat bagi masyarakat.
Sehingga rata-rata masyarakat Kabupaten Mukomuko lebih memilih menggunakan kendaraan transportasi darat seperti travel yang hanya memakan biaya sebesar Rp170 ribu.
“Tentunya saya berharap pemerintah lebih
cermat lagi jika ingin membuka konektivitas moda trasportasi, menyesuaikan harga tiket atau ongkos penumpang dengan kemampuan masyarakat,” harapnya.
Dikutip dari RBTV.Disway, rute penerbangan Wings Air Bengkulu menuju Bandara Mukomuko dialihkan ke destinasi lain karena sedikitnya penumpang ke Mukomuko.
Maskapai Wings Air merubah rute penerbangan Bengkulu-Palembang pulang pergi.
Pengalihan ini dilakukan agar Wings Air masih tetap melayani 3 rute di Provinsi Bengkulu dengan penerbangan dimulai pada 16 April 2025 mendatang.
“Untuk Maskapai Wings Air memang digeser penerbangannya ke Palembang, dengan harapan akan banyak penumpang,” tutup General Manager Bandara Fatmawati Bengkulu Haekal.
Andika Dwi Pradipta

















