Daerah, Batuahnews.id – Keluhan para petani Desa Tanah Harapan, Kecamatan Kota Mukomuko, terkait akses jalan perkebunan di Dusun I, yang saat ini sudah memprihatinkan.
Pemerintahan Desa (Pemdes) Tanah Harapan tahun 2024 lalu sudah melakukan peningkatan jalan tersebut, dengan membangun jalan rabat beton, sepanjang 327 meter dengan lebar 2 meter.
Dijelaskan oleh Kepala Desa (Kades), Tanah Harapan, Bujarman. Bahwa peningkatan jalan di Dusun I tahun lalu mengucurkan anggaran sebesar Rp 36.038.000, yang bersumber dari Dana Desa (DD).
” Selain rabat beton, kami juga ada pembangunan fisik lainnya seperti pelapis tebing. Alhamdulillah, saat ini sudah dapat dimanfaatkan oleh warga,” ungkap Kades
Selain itu juga ada program ketahanan pangan, Pemdes juga sudah mendistribusikan kepada 4 kelompok penerima, untuk peternakan kambing.
” Program lainnya seperti penyediaan sumber daya pangan, yaitu program ketahanan pangan kita membeli 40 ekor kambing, untuk dibagi ke 4 kelompok yang sudah kita verifikasi sebelumnya,” imbuhnya.
Masih Bujarman, untuk APBDes 2025 ini, prioritas Pemdes salah satunya pelapis tebing di dekat Masjid. Dimana selama ini sering terjadi genangan air yang cukup tinggi ketika hujan.
” Tahun ini kita akan selesaikan pembangunan pelapis tebing di dekat Masjid desa kita. Karena sudah sangat menghawatirkan, setiap hujan pasti lingkungan Masjid tergenang air,” lanjutnya.
Masih dilanjutkannya, untuk pembangunan fisik lainnya tahun ini juga ada pembukaan bahu jalan di Dusun II.
Pembukaan bahu jalan tersebut untuk akses masyarakat dan petani untuk mengeluarkan hasil panennya. Agar tidak lagi melewati sungai tersebut.
” Sangat penting pembukaan bahu jalan ini, karena selama ini masyarakat dan petani masih melewati sungai untuk mengeluarkan hasil panen mereka. Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, apa lagi sungai sekitar desa ini ada buaya,” sambungnya.
Kades juga menghimbau untuk masyarakat desa setempat, untuk menjaga dan merawat bersama seluruh fasilitas yang sudah dibangun.
Agar seluruh pembangunan ini dapat dimanfaatkan jangka panjang. Juga untuk program ketahan pangan tahun ini belum dapat dipastikan untuk bergerak disektor apa.
Karena masih akan dilakukan musyawarah desa untuk menentukan dan menyepakati penggunaan anggaran tersebut.
” Kami harap warga dapat menjaga dan bersama merawat fasilitas yang sudah dibangun. Karena kita ingin seluruh pembangunan dapat kita manfaatkan dalam kurun waktu yang lama,” tutup Kades.
Reno Agustian

















