Daerah, Batuahnews.id – Ninjam sawit istilah untuk para pelaku pencuri Tandan Buah Segar (TBS) sawit. Di Mukomuko sendiri saat ini ninja sawit sudah sangat meresahkan petani dan masyarakat pemilik kebun sawit.
Beberapa waktu lalu Polsek Pondok Suguh juga berhasil amankan dua orang terduga pelaku ninja sawit.
Malam ini, Kamis (30/1) malam, kembali terjadi di Desa Sido Makmur, Kecamatan Teramang Jaya. Namun sayangnya terduga pelaku yang berjumlah 3 orang berhasil kabur.
Kejadian di kebun Wahyu, warga Desa Penarik, Kecamatan Penarik. Kebun yang berlokasi di Kecamatan Teramang Jaya ini diduga sudah menjadi bulan-bulanan para ninja sawit.
Dijelaskan oleh mandor kebun, Suharno. Pihaknya sudah mulai melakukan pengintaian sejak sore tadi. Karena curiga hasil panen tidak sesuai dengan sebelumnya.
Juga pihaknya juga pernah meihat secara langsung para terduga pelaku mengeluarkan TBS sawit menggunakan motor grandong untuk melansir buat keluar.
” Sebenarnya sudah kami intai sejak sore tadi. Kami curiga ada beberapa motor grandong masuk, dan bermuatan TBS sawit. Setelah kami kejar, sempat satu orang tertangkap, tapi berhasil kabur,” ungkapnya.
Dilanjutkan Suharno, bahwa pihaknya sudah satu bulan belakangan ini sudah mencurigai aksi ninja TBS sawit ini.
Karena juga banyak laporan dari petani lainnya yang juga mengalami hal yang sama. Banyak hasil panen yang hilang dan melihat ada beberapa yang dicurigai melangsir menggunakan motor grandong.
” Awal sempat terjadi kejar-kejaran, bahkan yang satunya yang sempat kami tangkap, lepas karena pelaku mengeluarkan golok. Beruntung goloknya dapat kami selamatkan, lalu pelaku berhasil kabur meninggalkan barang bukti motor grandong dengan muatan sawit,” imbuhnya.
Masih Suharno, pelaku yang meninggalkan motornya ini tepat di lokasi terduga pengepul. Pengepul pun juga sempat panik dan ingin melarikan diri sebelumnya, namun pihaknya dapat mengamankan.
” Makanya kita bawa semua mobil terduga pengepul, motor grandong dengan barang bukti lainnya TBS sawit yang dilansir oleh pelaku yang ditinggal kabur,” tutupnya.
Saat di konfirmasi kepada terduga pengepul, Yuda, dirinya tidak mengakui membeli TBS sawit dari pelaku. Namun dirinya mengaku mengenal pelaku.
” Pelaku memang datang ke saya untuk menjual sawit tersebut, namun saya tidak beli. Karena posisinya saya mau mengantar berondol. Saya tau sama dia, namanya Erwin, masih satu desa juga,” bebernya.
Keresahan warga pun terkait ninja sawit ini sebenarnya sudah lama. Namun selama ini para pelaku belum sempat tertangkap saja.
Seperti yang dikatakan warga Desa Sido Makmur lainnya, Supani, bahwa kejadian seperti ini sudah sangat sering.
Bahkan kebunnya sendiri juga menjadi bulan-bulanan para ninja sawit selama ini. Hatapannya pihak kepolisian dapat serius menangani permasalahan ini.
Agar tidak lagi terjadi hal-hal yang dapat merugikan petani, karena aksi ninja sawit saat ini sudah sangat meresahkan.
” Terkait ninja sawit ini sudah sangat luar biasa membuat resah warga. Sawit-sawit kita pun sudah tidak terhitung menjadi korban. Mereka ini informasinya beroperasi sebelum magrib biasanya,” pungkas Supani.
Saat ini kasus sudah ditangani oleh pihak Polsek Teramang Jaya, pihak kepolisian saat ini masih dalam proses pengembangan, dan mengejar terduga pelaku yang saat ini kabur.
Andika Dwi Pradipta

















