Daerah, Batuahnews.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mukomuko meminta kepada masyarakat mampu, serta rumah makan kelas menengah untuk tidak menggunakan elpiji 3 kilogram (Kg).
Hal tersebut sebagai mana agar tetap tersedia bagi masyarakat miskin.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah(Disperindagkop dan UKM)Kabupaten Mukomuko, Nurdiana, SE., MAP, mengaku khawatir masyarakat mampu dan pelaku usaha mengkonsumsi elpiji subsidi.
Kekhawatiran tersebut muncul dikarenakan gas yang non subsidi 15 kg, kurang minat atau lancar.
“Tentunya yang lancar ini gas elpiji 3 kg, sedangkan gas non subsidi 15 kg ini kurang lancar,” kata Nurdiana.
Nurdiana menjelaskan, gas elpiji 3 kg ini diperuntukkan untuk masyarakat miskin, kemudian saat dilakukan pemantauan dilapangan memang gas non subsidi 15 kg ini kurang lancar.
Tentunya, masyarakat mampu masih membeli gas elpiji 3 kg ini, jika masyarakat mampu membeli gas elpiji 3 kg secara terus menerus, tidak menutup kemungkinan gas tersebut akan langka.
“Kami mengimbau kepada masyarakat mampu dan pelaku usaha untuk menggunakan elpiji non subsidi,” ungkapnya.
Adapun untuk pangkalan di kabupaten Mukomuko sebanyak 250 pangkalan, dan juga untuk melakukan pengawasan terhadap gas LPG 3 kg ini, pihaknya berkolaborasi dengan pihak dari perwakilan polres, PT Gresik dan agen PT CBL.
“Untuk distribusi gas LPG 3 Kg yang masuk dari PT CBL dan PT Gresik lebih kurang 4000 tabung,” pungkas Nurdiana.
Andika Dwi Pradipta

















