Daerah, Batuahnews.id – Menyikapi permasalahan pencemaran sungai disetiap aliran sungai desa penyangga pand rusahaan sawit yang ada di Kabupaten Mukomuko.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mukomuko akan aktifkan laboratorium. Pihaknya juga sudah melakukan MoU dengan PT. Laboratorium Banten Indonesia.
Rencananya akhir bulan Januari 2025 ini laboratorium DLH sudah launching. Untuk seluruh komponen serta SDM juga sudah siap untuk mengaktifkan labor tersebut.
Selama ini seluruh perusahaan selalu melapor hasil pengecekan air disetiap aliran sungai disekitar pabrik tanpa adanya pencemaran. Karena Pemkab belum memiliki laboratorium selama ini, maka tidak bisa melakukan perbandingan.
” Selama inikan pihak perusahaan selalu laporan ke kita tanpa ada pencemaran disetiap aliran sungai. Karena kita juga belum bisa melakukan tes pembanding, maka hasil yang mereka berika kita terima saja,” ungkap Kadis LH Mukomuko, Budianto.
Dilanjutkannya, setelah launching akhir bulan Januari ini, pihaknya langsung mendorong agar seluruh prusahaan sawit di Mukomuko melakukan pengecekan limbah di laboratorium DLH.
Hal ini selain memastikan tidak adanya pencemaran yang dilakukan pihak pabrik, juga akan memberikan manfaat terhadap pemasukan daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).
” Selain kita benar-benar dapat memastikan tidak adanya pencemaran yang diakibatkan oleh limbah pabrik sawit yang ada, juga untuk menambah sektor baru PAD kita,” imbunya.
Masih Kadis LH Mukomuko, selain untuk pengecekan limbah pabrik sawit, untuk depot air diseluruh Mukomuko pun juga nanti akan diatahkan secara berkala untuk melakukan pengecekan.
Untuk memastikan air yang dikosumsi oleh masyarakat tidak terkontaminasi dengan zat-zat membahayakan kesehatan tubuh.
” Selain limbah pabrik, kita juga akan dorong juga nanti untuk seluruh depot penjualan air isi ulang dicek secara berkala. Untuk memastikan air yang akan dikosumsi masyarakat aman,” tutupnya.
Red

















