Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Ini Jumlah Sapi yang Terjangkit Virus Jembrana Tahun 2024

Daerah, Batuahnews.id – Dinas Pertanian melalui bidang peternakan mencatat tahun 2024 ini, sebanyak 77 ekor sapi terinfeksi virus Jembrana.

Dimana, 77 ekor sapi ini tersebar di wilayah Kelurahan Bandaratu, Desa Pasar Sebelah Kecamatan Kota Mukomuko, serta Desa Pelokan Kecamatan XIV Koto.

Diketahui, penyakit jembrana merupakan penyakit menular akut pada sapi Bali yang disebabkan oleh Retrovirus, keluarga lentivirinae yang termasuk dalam famili retroviridae.

Serta ditandai dengan berbagai gejala seperti depresi, anoreksia, demam, perdarahan ekstensif di bawah kulit dan kebengkakan kelenjar limfe, terutama limfoglandula prefemoralis dan preskapularis serta adanya diare berdarah.

Kemudian ditemukan juga banyak kasus penyakit yang disertai perdarahan kulit, sehingga penyakit ini juga disebut sebagai penyakit keringat darah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Pitriyani Ilyas mengatakan, bahwasanya kasus positif dari bulan Januari hingga Maret 2024 sebanyak 77 kasus, yang mana sebanyak 58 ekor sapi telah diobati dan sebanyak 25 ekos sapi yang telah mati, serta 52 ekor sapi telah sehat.

“Untuk kasus yang positif dari bulan Januari sampai Maret 2024 ada 77 kasus. Dengan rincian yang diobati  sebanyak 58 ekor, kemudian yang mati sebanyak 25 ekor dan yang sehat sebanyak 52 ekor,” ungkapnya.

Disamping itu juga, sebanyak 4 Puskeswan yang tersebar di daerah ini yakni  Puskeswan di Kecamatan Ipuh, Puskeswan di Kecamatan Penarik, Puskeswan di Lubuk Gedang Kecamatan Lubuk Pinang, dan Puskeswan di Kecamatan Kota Mukomuko membuka pelayanan terpadu (yandu) dan vaksin PMK serentak. Untuk target vaksin PMK ini sebanyak 4000 dosis.

“Adapun untuk saat ini target vaksin PMK 4000 dosis yang dibagi untuk 4 Puskeswan,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat pemilik ternak untuk mendukung program yandu dan vaksin dengan mengandangkan ternak agar pelaksanaan vaksin mudah dilaksanakan.

“Sebagai mana untuk mencegah penyakit jembrana atau PMK masyarakat diimbau untuk mendukung program yandu dan vaksin dengan mengandangkan ternak agar pelaksanaan vaksin mudah dilaksanakan,” pungkasnya.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *