Daerah, Batuahnews.id – Bupati Mukomuko H. Sapuan, S.E., M.M., Ak., CA., CPA menyebut, rata-rata kematian masyarakatnya disebabkan penyakit Stroke dan Diabetes. Menurutnya, hal itu harus menjadi perhatian serius dan kesadaran bersama masyarakat.
“Hampir di setiap desa, masyarakat kita pasti ada yang kena Stroke. Setiap ada yang meninggal, rata-rata ya kalau enggak Stroke, ya Diabetes,” kata Sapuan belum lama ini.
Menurutnya, hal itu disebabkan pola konsumsi makanan masyarakat di Mukomuko terindikasi buruk.
“Masyarakat kita banyak makan santan. Lha, tetangga kita di Sumatera Barat juga makan santan. Tapi jarang tuh yang Stroke. Malahan mereka punya Rumah Sakit khusus Stroke, namun isinya penuh sama masyarakat kita semua,” beber Sapuan.
Salah satu penyebabnya, menurut Sapuan, adalah konsumsi makan dengan kandungan zat kimia tinggi. Zat kimia ini berasal dari beras, buah dan sayuran yang dimakan masyarakat sehari-hari. Sebab, kata Sapuan, saat ini dunia pertanian khususnya di Mukomuko sangat bergantung dengan bahan kimia. Bahkan penggunaannya sudah melebihi ambang batas.
“Hasil diskusi kami dengan beberapa dokter ahli fisioterapi, ternyata zat kimia yang diberikan ke tanaman kita, itu tidak semuanya terurai. Sebagian bahkan lebih banyak melekat pada sayuran dan buah yang kita konsumsi sehari-hari,” terang Sapuan.
Sapuan mengajak masyarakat secara bertahap memulai sadar sehat dan beralih ke pertanian organik yang lebih higienis serta bebas zat kimia.
“Ini ancaman yang mengerikan bagi kita. Tentu ke depan kita akan dukung pengembangan pertanian organik. Kita fasilitasi penelitian dan pengembangannya di sini. Tapi ingat, khusus tanaman pangan saja,” lanjutnya lagi.
Sementara itu, Sapuan mengaku belum tersedianya dokter spesialis Fisioterapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Padahal, aku Sapuan, peralatan dan kelengkapan dalam melakukan Fisioterapi dibilang cukup memadai.
“Kami sudah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk diadakan dokter spesialis fisioterapi di RSUD Kabupaten Mukomuko. Dengan hadirnya dokter spesialis ini diharapkan pelayanan untuk para penderita stroke bisa lebih maksimal,” demikian Sapuan.
(Andika Dwi Pradipta)

















