Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Terus Bertambah, Kasus DBD di Mukomuko Kian Mengkhawatirkan

Daerah, Batuahnews.id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Mukomuko terus melonjak. Selama satu bulan terakhir, tercatat 9 kasus baru. DBD bahkan telah merenggut nyawa korban. Sebanyak 4 orang dalam satu keluarga dinyatakan meninggal dunia dalam waktu nyaris bersamaan, Minggu (13/8) lalu.

Kepala Puskesmas Lubuk Sanai, Marnita, SKM mengaku, kasus DBD khususnya di wilayah kerja Kecamatan XIV Koto diperkirakan terus bertambah. Serangan virus nyamuk Aedes Aegypti itu kian mengkhawatirkan dan perlu penanganan cepat dan tepat dari pemerintah daerah.

Baca Juga: Satu Keluarga Meninggal Dunia Nyaris Bersamaan, Diduga DBD

“Tiga orang saat ini masih di rawat dan belum melewati masa inkubasi. Tadi pagi kita juga dapat laporan ada kasus baru, tapi sedang kami cek dan pastikan,” kata Marnita didampingi Survailance Rosdianti, SKM., M.Epid., Kamis (17/8).

Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas Lubuk Sanai hingga saat ini telah melakukan penanganan darurat. Menurut Marnita, setiap titik kasus telah dilakukan fogging dalam radius 100 meter.

“Namun fogging ini sebetulnya tidak cukup. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Apa dan bagaimana penanganan yang tepat untuk segera kita lakukan,” tambah Marnita.

Baca Juga: Pasca Satu Keluarga Meninggal Akibat DBD, Kades Inisiasi Aksi Bersih Lingkungan

Sebab, kata Marnita, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa yang berkembang. Sementara jentik nyamuk dapat berkembang jauh lebih banyak.

“Tentu membangun kesadaran bersama akan kebersihan lingkungan, itu jauh lebih baik. Memutus rantai perkembangbiakan nyamuk kami kira akan sangat efektif untuk kita lakukan saat ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko Bustam Bustomo, SKM menyebut, sebanyak 20 kasus tercatat selama Januari-Agustus 2023. Sebaran kasus ditemukan di Kecamatan Pondok Suguh, Kecamatan Air Rami, Kecamatan Ipuh, Kecamatan Teramang Jaya dan terparah di Kecamatan XIV Koto.

“Iya, kami sudah menerima laporan dari Puskesmas Lubuk Sanai. Memang ada tren kasus naik,” kata Bustam.

Terpisah, Camat XIV Koto Yusuf Aulawi mengajak seluruh unsur masyarakat di wilayah kerjanya itu untuk bersama-sama membangun kesadaran akan kebersihan lingkungan. Diharapkan agar dapat menekan perkembangbiakan nyamuk dan menekan kasus DBD di wilayah tersebut.

“Kami bersama Puskesmas, Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat mengajak, ayo kita bangun kesadaran kebersihan lingkungan kita. Kita jaga keluarga kita dari ancaman DBD ini,” kata Yusuf usai menjadi inspektur upacara peringatan HUT RI ke-78 di Rawa Bangun.

Yusuf juga mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas kesehatan setempat.

“Mungkin nanti kita usulkan, seluruh desa kita dilakukan fogging. Disamping sosialisasi yang juga terus kita sampaikan,” tutup Yusuf.

(Red)

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *