Daerah, Batuahnews.id – Masyarakat dibuat geger atas kejadian luar biasa ini. Pasalnya, satu keluarga di Desa Lubuk Sanai Kecamatan XIV Koto Kabupaten Mukomuko meninggal dunia dalam waktu yang nyaris bersamaan. Kejadian ini terjadi pada Minggu (13/8).
Menurut Sekretaris Desa Lubuk Sanai Andi Saputra, sebelumnya salah satu anak dari keluarga ini didiagnosa DBD. Sementara ia sedang dalam keadaan hamil usia 8 bulan.
“Awalnya dibawa ke RSUD Mukomuko, lalu dirujuk ke rumah sakit di Padang. Selang beberapa hari, sang ibu pun dinyatakan positif DBD dan dilarikan ke RSUD Mukomuko,” jelas Andi.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, didampingi Kabid P2P Jajat Sudrajad mengatakan, sang ayah diketahui juga dalam keadaan sakit. Ketika akan dibawa pihak keluarga ke RSUD Mukomuko, namun sang ayah sudah tidak dapat tertolong. Ia menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 16.00 WIB, Minggu (13/8).
Mendapati kabar duka itu, sang ibu yang juga sedang dirawat di RSUD Mukomuko meminta dipulangkan ke rumah. Tak berselang lama, sang ibu kemudian juga menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 19.30 WIB.
“Sang ayah ini memang sudah diperiksa oleh petugas saat menyelidiki Epidemiologi. Dari hasil tersebut dinyatakan negatif (DBD), hanya saja tekanan darah tinggi dan telah dianjurkan berobat ke dokter atau RSUD. Sementara sang ibu yang sebelumnya di rawat RSUD, meminta pulang ke rumah. Karena sang suami meninggal dunia. Sesampainya di rumah, sang ibu mengalami sesak nafas dan badan lemas, menjelang beberapa menit korban meninggal dunia,” kata Bustam.
Sementara itu, korban anak menurut data di RSUD Mukomuko didiagnosa Fetal Distres dalam kondisi hamil 33 minggu obs Febris Dengue Fever Anemia dan pasien langsung dirujuk ke RSUP M. Jamil. Ia dikabarkan meninggal dunia selang beberapa waktu setelah sang ibu meninggal dunia.
“Untuk bayinya juga meninggal dikarenakan plasinta (ari-ari) yang tidak keluar normal dari dalam rahim. Hasil investigasi kami dari 4 orang tersebut hanya 1 orang yang positif DBD yaitu sang ibu,” pungkas Bustam.
(Andika Dwi Pradipta)

















