Daerah, Batuahnews.id – Memasuki hari ketiga, Kamis (9/2). Disegelnya ruang kerja Sekretaris Dewan (Sekwan) yang dilakukan beberapa oknum anggota Dewan Kabupaten Mukomuko. Hingga saat ini belum ada upaya serius dari pihak eksekutif, untuk penyelesaian konflik ini.
Hal ini tentu akan berdampak buruk, terutama antara kepentingan didua lembaga tersebut (Eksekutif dan Legislatif). Jika tidak cepat dilakukan upaya penyelesaian, tentu akan menjadi cerminan buruknya hubungan antara dua lembaga terhormat ini.
” Tentu ini akan berdampak buruk bagi kedua belah pihak. Pasti akan menjadi cerminan, menunjukan tidak adanya sinergiritas antara dua lembaga ini. Padahal kedua lembaga ini adalah kunci jalannya program-program Pemkab Mukomuko,” ungkap Weri Trikusumaria, MH Pengamat Hukum.
Dilanjutkannya, saat ini masih terpantau ruangan tersebut masih ditutup menggunakan triplek, tentu akan menjadi pusat perhatian para tamu yang berkunjung di kantor DPRD Mukomuko.
” Harusnya hal seperti ini harus cepat disikapi Bupati. Karena ini menyangkut keberlangsungan roda pemerintahan. Seperti yang kami pantau hari ini, belum ada upaya serius dari pihak eksekutif terkait konflik tersebut,” tutupnya.
(Red)

















