Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Setelah Lonjakan Kasus 2025, Distan Mukomuko Amankan 4.000 Dosis Vaksin untuk Ternak 2026

Daerah, Batuah-news.id – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko memastikan kesiapan vaksin untuk mencegah penyebaran penyakit Septicaemia Epizootica (SE), atau yang lebih dikenal dengan penyakit ngorok, bagi populasi hewan ternak di wilayah setempat sepanjang tahun 2026.

Kepala Bidang Peternakan Distan Mukomuko, Diana Nurwahyuni, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sebanyak 4.000 dosis vaksin SE.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap penyakit menular yang kerap menyerang sapi dan kerbau, serta berpotensi menimbulkan kematian mendadak pada hewan ternak.

“Penyakit ngorok disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida, dan vaksinasi menjadi cara paling efektif untuk membentuk daya tahan tubuh ternak agar tidak mudah terinfeksi,” ujar Diana.

Menurutnya, kegiatan vaksinasi ini bukan sekadar program rutin, melainkan langkah penting dalam menjaga ketahanan sektor peternakan di Mukomuko.

Dengan pemberian vaksin secara berkala, diharapkan tidak hanya dapat memutus rantai penyebaran penyakit, tetapi juga menekan angka kerugian ekonomi yang sebelumnya cukup besar dialami peternak.

Sebagai catatan, sepanjang tahun 2025 lalu, tercatat sedikitnya 1.530 ekor ternak di Kabupaten Mukomuko terinfeksi penyakit SE. Bahkan, jika dihitung dengan kasus yang tidak sempat dilaporkan, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 2.000 ekor.

Banyak di antaranya harus dipotong secara darurat karena tidak bisa diselamatkan, yang pada akhirnya menimbulkan kerugian cukup besar bagi peternak.

“Pengalaman tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi kami. Karena itu, tahun ini pelaksanaan vaksinasi kami dorong lebih masif agar dapat memberikan perlindungan optimal terhadap ternak serta menjaga kestabilan ekonomi para peternak,” lanjut Diana.

Ia menambahkan, hingga awal Maret 2026 ini, belum ditemukan adanya laporan kasus baru penyakit ngorok di wilayah Kabupaten Mukomuko.

Meski demikian, pihaknya tetap menyiagakan petugas lapangan untuk melakukan pemantauan berkala, terutama di daerah yang memiliki populasi ternak cukup tinggi.

“Kami mengimbau kepada para peternak agar lebih waspada. Bila ada ternak yang menunjukkan gejala seperti demam tinggi, sulit bernapas, atau keluar lendir dari hidung, segera laporkan ke Bidang Peternakan. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan mencegah penularan ke hewan lainnya,” tutup Diana Nurwahyuni.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *