Daerah, Batuah-news.id – Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Mukomuko mulai menunjukkan hasil nyata.
Dari usulan sebanyak 200 unit rumah tidak layak huni (RTLH), kini telah terverifikasi 191 unit yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan layak menerima bantuan dari pemerintah pusat.
Program tersebut merupakan bagian dari agenda nasional peningkatan kualitas hunian masyarakat miskin yang diusulkan melalui Pemerintah Kabupaten Mukomuko.
Awalnya, bantuan difokuskan untuk dua kecamatan, yakni Kecamatan Kota Mukomuko dan Teramang Jaya. Namun, setelah dilakukan verifikasi lapangan oleh pemerintah pusat, penerima manfaat meluas menjadi tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kota Mukomuko, Teras Terunjam, dan Air Manjuto.
Dari data yang dihimpun, Kecamatan Kota Mukomuko memperoleh 40 unit rumah untuk perbaikan, Kecamatan Teras Terunjam mendapat 100 unit, dan Kecamatan Air Manjuto menerima 51 unit bantuan.
Sementara sembilan unit lainnya masih dalam tahap verifikasi ulang oleh pihak pusat untuk memastikan ketepatan sasaran penerima bantuan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Mukomuko, Suryanto, mengatakan bahwa program bantuan RTLH tahun ini sepenuhnya bersumber dari anggaran pemerintah pusat dengan nilai bantuan mencapai Rp20 juta untuk setiap unit rumah.
Dana tersebut dialokasikan guna memperbaiki rumah masyarakat agar memenuhi standar kelayakan huni serta mendukung terciptanya lingkungan tempat tinggal yang sehat dan aman.
“Program ini bukan sekadar memperbaiki rumah, tapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah agar mereka bisa tinggal di tempat yang layak dan nyaman,” ujar Suryanto.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan kementerian terkait guna memperjuangkan tambahan kuota bantuan RTLH pada tahap berikutnya.
“Kami akan terus berupaya agar ke depan lebih banyak masyarakat Mukomuko yang bisa mendapatkan manfaat dari program ini. Targetnya, tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah yang tidak layak huni,” tutupnya.
Andika Dwi Pradipta

















