Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Durasi Puasa Dunia Berbeda-beda, dari 13 Jam di Jakarta hingga 20 Jam di Swedia

Nasional, Batuah-news.id – Selama bulan suci Ramadan, umat Muslim di berbagai penjuru dunia menjalankan ibadah puasa dengan durasi waktu yang berbeda-beda.

Berdasarkan data dari IslamicFinder serta kompilasi laporan media internasional terkait Ramadan 2025/2026, lamanya waktu berpuasa dipengaruhi oleh letak geografis dan panjang siang di masing-masing negara.

Di wilayah yang berdekatan dengan Kutub Utara, seperti Swedia, Norwegia, dan Islandia, waktu puasa tergolong sangat panjang.

Umat Muslim di Kiruna (Swedia) dan Oslo (Norwegia) harus menahan lapar dan haus hingga sekitar 20 jam 30 menit setiap harinya.

Di Reykjavik (Islandia), durasi puasa bisa mencapai hampir 21 jam, sementara di Greenland (Nuuk) waktu berpuasa berkisar antara 20 jam hingga 16 jam 31 menit, tergantung posisi matahari.

Negara-negara Eropa lainnya juga memiliki waktu puasa yang relatif lama. Di Finlandia (Helsinki), lamanya puasa mencapai 19 jam 9 menit, sedangkan Swiss (Zurich), Italia (Roma), dan Spanyol (Madrid) berada di kisaran 16 jam hingga 16 jam 30 menit.

Kondisi ini disebabkan oleh panjangnya siang hari saat musim panas di belahan bumi utara, di mana matahari terbenam sangat larut bahkan hampir tidak tenggelam sepenuhnya.

Sebaliknya, di wilayah selatan bumi, waktu puasa justru lebih singkat. Negara seperti Afrika Selatan (Johannesburg) memiliki durasi sekitar 13 jam 9 menit, diikuti oleh Argentina (Buenos Aires), Uruguay (Montevideo), Paraguay (Ciudad del Este), dan Brasil (Brasilia) yang rata-rata sekitar 13 jam 10 menit.

Negara-negara Afrika bagian selatan seperti Zimbabwe (Harare) dan Angola (Luanda) juga mencatat waktu puasa sekitar 13 jam 11 menit.

Di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia (Jakarta), durasi puasa tergolong stabil sepanjang tahun, yaitu sekitar 13 jam 13 menit. Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura memiliki waktu yang hampir sama karena keduanya berada dekat dengan garis khatulistiwa.

Negara di wilayah Oseania seperti Australia (Canberra) dan Chile (Puerto Montt) juga termasuk dalam daftar dengan durasi puasa tercepat di dunia, yaitu sekitar 13 jam 14 menit.

Perbedaan lamanya puasa di berbagai negara menunjukkan betapa luasnya dunia dan beragamnya pengalaman umat Islam dalam menjalankan ibadah Ramadan.

Walau waktu siang dan malam berbeda di tiap wilayah, makna dan semangat bulan suci tetap sama: melatih kesabaran, memperkuat iman, serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial.

Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan waktu bukanlah penghalang bagi umat Muslim untuk menjalankan kewajiban dengan penuh keikhlasan.

Dari Jakarta yang berpuasa sekitar 13 jam hingga Swedia yang mencapai lebih dari 20 jam, seluruh umat Islam di dunia berbagi semangat yang sama dalam menunaikan ibadah penuh berkah ini.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *