Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow

Seorang Pelajar SMP Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Polda Sumbar Lakukan Pengusutan

Screenshot

Kriminal, Batuahnews.id – Saat ini Polda Sumatera Barat (Sumbar) tengah mengusut dugaan tewasnya seorang pelajar (13) yang masih berstatus sekolah menengah pertama (SMP).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwasnya seorang pelajar tersebut berinisial AM, disamping itu juga pihak mereka tengah melakukan pemeriksaan komprehensif soal kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi sementara, seorang pelajar tersebut diduga dianiaya anggota Sabhara Polri.

Dimana anggota Sabhara Polri tengah melakukan pengamanan terhadap kelompok remaja yang ingin melakukan tawuran.

“Saat ini kami tengah melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap internal, dimana melibatkan Propam sebagai mana untuk meminta keterangan petugas pada saat itu yang melakukan preemtif dan preventif,” katanya.

Dilanjutkan Trunoyudo, terkait dengan kasus ini pihak mereka masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, sehingga belum mendapatkan hasil yang ingin didapatkan.

“Jangan terlalu banyak opini terkait dengan kasus ini, intinya kasus tersebut masuk dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Sebelumnya, seorang pelajar berinisial AM ditemukan tewas mengapung di Sungai Batang Kuranji, Padang, Sumatera Barat pada Minggu (9/6/2024) pukul 11.55 WIB. 

Adapun saat ditemukan, terdapat luka memar di bagian punggung dan perut korban. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang menduga, AM tewas dianiaya oleh oknum polisi.

Hal tersebut muncul setelah LBH Padang melakukan investigasi terkait kematian AM.

Adapun dari nvestigasi LBH Padang, AM dan beberapa rekannya dituduh akan tawuran lantas mendapat banyak tindakan penyiksaan oleh anggota Sabhara Polda Sumbar yang berpatroli pada Sabtu (8/6/2024) malam hingga Minggu dini hari.

Menurut Indira, pihaknya sudah mendapat keterangan dari tujuh saksi yang mengalami penyiksaan. 

Mereka adalah lima anak seusia AM dan dua pemuda usia 18 tahun. Terakhir kali saksi berjumpa korban AM, di jembatan, dekat lokasi penemuan mayat korban.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *