Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow

Part II, Perjalanan Sangpati Menuju Teluk Kuala Bandar Rami, Berikut Kisahnya

Baca Part I nya klik link ini :https://batuah-news.id/sejarah-asal-usul-mukomuko-ini-daerah-pendaratan-dan-muara-pelabuhan-pertama/

Pada abad ke 15 tahun masehi, merantaulah salah satu keluarga Rumah Gadang di Pagaruyuang Batusangkar yaitu seorang lelaki yang bernama Cukam.

Cukam ini merantau ke dengan membawa beberapa anggota keluarga antara lain, pamannya beserta istirinya cintoria dan juga membawa keenam orang anak yang bernama, Makudun Sati, Mardan Junjung, Amirullah, Dayang Mananggaro, Dayang Manggalo dan Dayang Maleni. Keenam anak itu merupakan keponakan dari Cukam, anak dari pamannya.

Kemudian, mereka mulai berlayar dari sungai Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat menuju ke Pulau Bali. Sesampai di pulau bali, Cukam beserta keluarganya kembali berangkat ke Madura terus ke Gresik, Jawa Timur.

Di Gresik ini cukam beserta keluarga lama menetap dan dekat hubungannya dengan orang – orang istana raja Gresik. Dirinya mendapatkan gelar dari Raja Gresik yaitu Sangpati.

Selama di wilayah Gresik, terjadi perkawinan antara Makudun Sati keponakan Cukam dengan Ratu Kusuma dan Dayang Mananggaro dengan Tumenggung Dinigrat kakak Ratu Kusuma anak dari Raja Gresik.

Inilah cikal bakal keturunan Kaum Gresik yang ada di Mukomuko. Rombongan mereka inilah yang memberi nama – nama tempat di Teluk Bandar Rami (Mukomuko). Seperti Sungai Selagan, Sungai Manjuto, Tanjung Alat, Pauh Terenja, Air Dikit, Teras Terunjam, dan lainnya.

Setelah beberapa lama menetap di Gresik, anggota keluarga Cukam pergi merantau kembali dari pelabuhan Tukau Gresik mulai berlayar kembali ke pulau Sumatera lewat Merak menyeberang ke Tanjung cina Bandar Lampung dan melewati perairan Krui.

Konon di tengah laut mereka kehabisan air minum, Cukam yang bergelar Sangpati ini dengan kesaktiannya air laut bisa menjadi air tawar maka digelarlah dia Sang Pati Laut Tawar.

Setelah dari Perairan Krui mereka berpisah menjadi dua kelompok, sekelompok melalui jalan pesisir pantai (darat) dan kelompok lagi jalan laut menggunakan perahu.

Kelompok yang mendarat jalan di Pantai adalah Mahkudun Sati dan Tumenggung Dinigrat mereka inilah yang membuat nama baru selama perjalanan termasuk daerah Gresik Kuala Bandar Rami yang nantinya menjadi nama Mukomuko.

Ibnu Afdaldi

Sumber : Tokoh Presidum Kabupaten Mukomuko

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *